Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 18:37 WIB
Ketegangan RI-Malaysia
Kapolri: Tindak Aksi "Sweeping"!
Sandro Gatra | I Made Asdhiana | Jumat, 3 September 2010 | 22:13 WIB
|
Share:
KOMPAS/WISNU WIDIANTOROKapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri

JAKARTA, KOMPAS.com — Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri meminta kepada seluruh masyarakat agar jangan melakukan aksi sweeping terhadap warga Malaysia yang berada di Indonesia. Kapolri mengatakan, ia telah perintahkan kepada seluruh jajarannya agar menindak jika ada aksi sweeping.

Tindak bagi yang melakukan sweeping. Mau di pusat perbelanjaan dan lain-lain.
-- Bambang Hendarso Danuri

"Bagi seluruh jajaran sudah saya perintahkan, ajak (yang akan sweeping), ingatkan. Ndak mau, tindak bagi yang melakukan sweeping. Mau di pusat perbelanjaan dan lain-lain," tegas Kapolri di Mabes Polri, Jumat (3/9/2010).

Kapolri mengatakan, sekarang ini marak beredar di Facebook ataupun Twitter yang berisi ajakan untuk men-sweeping warga Malaysia. Ia meminta masyarakat jangan terprovokasi. "Ingat, masalah ini sudah dilesaikan pemerintah melalui jalur diplomasi. Negara kita negara hukum, negara yang berdaulat. Tentunya ini harus dihormati," katanya.

"Kita bayangkan, apakah hanya warga negara Malaysia di sini? Apakah tidak ada warga negara kita di Malaysia? Mereka sedang mencari nafkah, mereka sedang berusaha di tempat itu. Bagaimana kalau mereka juga di-sweeping? Jangan mikirin diri sendiri," tegas Bambang.

Kapolri juga menegaskan akan menindak jika ada aksi pembakaran bendera negara lain seperti yang sering terjadi akhir-akhir ini. "Itu ada ancaman hukumannya, ada sanksi berat," kata dia.

Seperti diketahui, ketegangan antara Indonesia dan Malaysia kembali muncul pascapenangkapan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan oleh Polisi Diraja Malaysia di wilayah Indonesia. Terkait insiden itu, menurut Presiden, pemerintah mengutamakan penyelesaian melalui jalur diplomasi.