Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 18:40 WIB
Melanggar HAM
Ansyad Geram Densus Jadi Kambing Hitam
| I Made Asdhiana | Jumat, 3 September 2010 | 21:14 WIB
|
Share:
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANAAnggota Densus 88 Anti Teror, bersama anggota Polda Jabar dan Tim dari Mabes Polri menyisir wilayah sekitar kontrakan milik Joko, yang didiami Fachri (tersangka teroris) bersama dua orang temannnya, Sabtu (7/8/2010) di Kampung Sukaluyu, RT 02 RW 12, Kelurahan Pasir Biru, Kecamatan Cibiru, Kabupaten Bandung.

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Desk Antiteror Kementerian Polhukam, Ansyad Mbai, mengaku geram melihat kenyataan bahwa Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Antiteror selalu menjadi kambing hitam.

Kenapa Densus 88 tertutup karena ia tidak mempunyai kawan.
-- Ansyad Mbai

Pasalnya, Densus 88 dinilai telah melanggar HAM saat beroperasi melakukan penggerebekan pelaku terorisme.

"Kenapa Densus 88 tertutup karena ia tidak mempunyai kawan. Apabila satu bom meledak, seolah seluruh masyarakat Indonesia menyuruhnya untuk menyelesaikannya. Tapi setelah menangkap pelaku, Densus dicemooh telah melakukan pelanggaran HAM," kata Ansyad Mbai pada acara diskusi bertajuk "Problematika Penanganan Masalah Terorisme" di Jakarta, Jumat (3/9/2010).

Menurut Ansyad, hal ini akan menyebabkan terjadinya demoralisasi bagi anggota Densus 88. Anggapan ini muncul karena terorisme belum dianggap sebagai musuh bangsa. Bahkan, pelaku terorisme bisa menghakimi Densus melalui media massa.

"Teroris ini masih dianggap sebagai musuh polisi, terlebih Densus. Ini hambatan terbesar," tandasnya. (Tribunnews/Iwan Taunuzi)

Sumber :