Selasa, 22 Juli 2014

News /

PERSIAPAN LEBARAN

Garuda dan AirAsia Tambah Penerbangan

Jumat, 27 Agustus 2010 | 05:05 WIB

Boyolali, Kompas - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia akan menyediakan penerbangan tambahan dalam rangka hari Idul Fitri untuk rute Solo-Jakarta. Penerbangan ekstra akan diselenggarakan pada 11-14 September untuk membawa penumpang arus balik.

Menurut Duty Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Edi Martono, Kamis (26/8), setiap penerbangan Garuda Indonesia rute Solo-Jakarta dan sebaliknya rata-rata mengangkut 130 penumpang.

AirAsia juga mengajukan penambahan penerbangan, yaitu pada 3-7 September serta 11 September. Penerbangan ini akan banyak membawa TKI mudik.

Sementara itu, Bandara Ahmad Yani menambah rute penerbangan ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Menurut Manajer Operasional PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani Semarang Edi Hartono, Rabu di Semarang, rute baru dilayani oleh maskapai Kalstar.

Sementara itu, rel kereta api di Bojonegoro-Kalipitu, Jawa Tengah, sepanjang 1,5 kilometer masih tergenang air. Drainase daerah di sekitar rel diminta segera dibenahi untuk mencegah kecelakaan kereta.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tunjung Indrawan saat berkunjung ke Stasiun Tawang, Kota Semarang, Kamis. Tunjung bersama rombongan tiba dari Jakarta dengan menggunakan kereta inspeksi.

Moda transportasi laut cukup diminati. Selama masa mudik Lebaran 2010, pada 26 Agustus-26 September arus penumpang kapal laut di terminal penumpang Gapura Nusantara di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, diperkirakan 109.000 orang, lebih tinggi 10 persen ketimbang tahun 2009. Demikian dikatakan Administratur Pelabuhan Tanjung Perak Erwin Rosmali, Kamis di Surabaya.

Untuk mengantisipasi terjadi tindak kriminal di atas kapal, disiapkan petugas keamanan. Untuk pengamanan di terminal penumpang, selain menempatkan personel, Adpel Tanjung Perak juga memasang kamera closed circuit television (CCTV).

Menanggapi ide menjadikan Pelabuhan Panjang sebagai pelabuhan penyeberangan alternatif Lampung–Merak, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Eman Hendrawan menyatakan, kemungkinan itu sangat kecil. Opsi ini bisa menimbulkan pembengkakan biaya transportasi yang ditanggung pemudik.

Saat ini biaya menyeberang per orang Rp 10.000 dan kendaraan roda empat (nontruk) Rp 198.000. Waktu tempuh kapal roro Bakauheni-Merak rata-rata 2,5 jam untuk jarak 15 mil laut, sedangkan jarak Panjang-Merak 50 mil laut.

Di Provinsi Kalimantan Selatan, penyedia jasa angkutan sungai mengaku kesulitan mendapatkan bahan bakar solar dalam jumlah besar. Akibatnya, mereka tidak bisa beroperasi secara maksimal menjelang Lebaran.

Kesulitan mencari bahan bakar dirasakan Sarwani, awak kapal kayu yang melayani pengangkutan barang dari Banjarmasin ke Puruk Cahu di Kalimantan Tengah.

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi Kalimantan Selatan Adi Khairudin mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan tambahan solar kepada Pertamina.

Di Sumatera Bagian Selatan, kebutuhan masyarakat akan bahan bakar minyak diprediksi meningkat hingga 46 persen.(EKI/DEN/BEE/JON/ITA/WER)


Editor :