Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 14:28 WIB
Pemerintah Harus Bertindak Aktif
Icha Rastika | I Made Asdhiana | Sabtu, 21 Agustus 2010 | 20:09 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah harus bertindak aktif mencari langkah antisipatif menghadapi kemungkinan terburuk akibat gerakan Hari Pembakaran Alquran Sedunia pada 11 September mendatang. "Yang harusnya bertindak aktif itu pemerintah, dengan memfasilitasi dialog, karena ini masalah gawat," ujar Koordinator Gerakan Peduli Pluralisme (GPP), Damien Dematra, dalam jumpa pers di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (21/8/2010).

Yang harusnya bertindak aktif itu pemerintah, dengan memfasilitasi dialog, karena ini masalah gawat.
-- Damien Dematra

Hingga saat ini, kata Damien, belum ada seruan dari pemerintah agar masyarakat tidak terprovokasi gerakan tersebut. "Meskipun kata Pak JK (Jusuf Kalla) seruan itu saja tidak cukup, harus ada tindakan-tindakan preventif," katanya.

Gerakan Hari Pembakaran Alquran Sedunia yang dipelopori kelompok Dove World Outreach Center, Florida Amerika Serikat tersebut bertepatan dengan peringatan sembilan tahun tragedi 11 September.

Perwakilan Forum Anti-Buddha Bar, Karya Elly dalam kesempatan yang sama mengimbau pemerintah melakukan lobi kepada pemerintah Amerika Serikat untuk mencegah kelompok di Florida itu melakukan aksinya. 

Advertorial
»