Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 14:28 WIB
Impor Garam, Pak Menteri Malu
Caroline Damanik | Ignatius Sawabi | Sabtu, 21 Agustus 2010 | 12:54 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Di sela diskusi mengenai wilayah perbatasan dan pengelolaan maritim di Warung Daun Cikini, Sabtu (21/8/2010), Menteri Kelautan dan Perikanan mengungkapkan rasa malunya terhadap negara Indonesia. Fadel malu karena Indonesia sebagai negara maritim justru mengimpor garam.

"Kita ini kan negara maritim. Kaya, tapi garam juga impor. Saya malu," tuturnya.

Rasa malu ini membuatnya mengeluarkan suatu "instruksi" kepada istri dan para pembantunya. Fadel melarang istrinya untuk menggunakan garam yang diimpor. Fadel mengingat masa kecilnya ketika Indonesia kala itu justru terkenal karena mengekspor garam.

"Sekarang kita impor dari Australia. Kan malu," katanya. Oleh karena itu, ketika menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel bercita-cita mengembangkan kembali "kejayaan garam" Indonesia di masa lalu dengan mengembangkan konsep minapolitan di sejumlah wilayah, antara lain di Pamekasan, Madura, dan Cirebon.

Advertorial
»