KOMPAS/JANNES EUDES WAWAIlustrasi
MANADO, KOMPAS.com - Maskapai Garuda Indonesia menyiapkan kapasitas kargo hingga 7 ton tiap kali terbang untuk kepentingan ekspor berbagai komoditas perikanan segar dari Sulawesi Utara.
"Ekspor yang bisa dilayani Garuda, terutama ke Jepang, yang menjadi salah satu negara pembeli produk perikanan potensial," kata Kepala Cabang Utama Garuda Indonesia Manado, Shidiki Iribian, di Manado, Minggu (15/8/2010).
Shidiki mengatakan ekspor yang bisa dilayani Garuda terutama komoditas segar (fresh) seperti tuna segar serta perikanan lainnya, sebagaimana permintaan pasar.
"Komoditas perikanan segar membutuhkan pengiriman cepat, dan Garuda mampu menjamin terkirim sekitar 10 jam dari Bandara Sam Ratulangi ke Jepang," kata Shidiki.
Waktu tersebut masih cukup lama, sebab penerbangan harus melalui Bandara Ngurah Rai Bali dahulu baru kemudian dikirim ke pembeli di Jepang.
Kemungkinan penambahan kapasitas kargo akan dikaji karena pengangkutan udara harus memperhitungkan juga dengan barang bawaan para penumpang.
"Bila memang terjadi lonjakan ekspor komoditas perikanan, Garuda akan mencari jalan keluar agar pengiriman ke luar negeri bisa terlaksana," kata Shidiki.
Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Disperindag Sulut, Hanny Wajong, mengatakan Sulut membutuhkan tambahan kapasitas ekspor dengan menggunakan angkutan udara karena terdapat kecenderungan peningkatan kinerja produk perikanan dalam beberapa tahun belakangan ini.
"Beberapa negara mancanegara minta pengiriman produk perikanan segar. Untuk itu, angkutan udara dalam hal ini Garuda, memegang peranan yang sangat dominan," kata Hanny.

