Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 14:27 WIB
Citilink Tak Harus Spin Off dari Garuda
Hendra Gunawan | Benny N Joewono | Minggu, 15 Agustus 2010 | 17:10 WIB
|
Share:

SURYA/DODO HAWE
Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Telah memiliki segmen penumpang sendiri, Citilink kini mulai menjadi perhitungan maskapai di Indonesia.

Meski demikian unit bisnis strategi Garuda Indonesia ini belum memastikan apakah akan spin off dari induknya atau tidak.

"Kita masih terus mencari pola yang sesuai. Karena tanpa spin off pun saat ini Citilink dengan konsep LCC (low cost carrier) sudah memiliki sistem sendiri yang terpisah dari Garuda," kata Direktur Pengembangan dan Teknologi Informasi Garuda, Elisa Lumbantoruan di Jakarta.

Menurutnya, hal ini juga terjadi pada sejumlah maskapai kelas dunia. Sebagai contohnya, Qantas dan JetAir yang masih satu perusahaan, walaupun air operator certificate (AOC)-nya telah dua.

Hal ini, jelasnya, bisa ditiru oleh Garuda untuk mengembangkan Citilink. Sebagaimana diketahui, saat ini Citilink baru mengoperasikan lima unit pesawat Boeing 737-300.

Untuk spin off tentunya akan menjadi masalah karena aturan mewajibkan perusahaan penerbangan baru harus memiliki lima pesawat plus menguasai lima lainnya.

"Hingga akhir tahun, kita menargetkan mengoperasikan sembilan unit pesawat. Pengembangannya, tahun depan tentu bisa melebihi 10 unit," ujar dia.

Rencana lainnya, jelasnya, spin off bisa dilakukan pada semester II 2011 mendatang. Pemisahan dilakukan setelah Garuda melakukan initial public offering (IPO).

Sumber :
Advertorial
»