JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agama Suryadharma Ali menyampaikan, pihaknya akan berusaha membuat kriteria bersama mengenai ketentuan menghisab atau menentukan 1 Ramadhan. Dengan demikian diharapkan ke depan tidak terjadi kembali perbedaan pandangan mengenai hari pertama puasa.
"Ada keraguan, ada keinginan dari ormas Islam untuk menyatukan kriteria cara menghisab," ujarnya seusai memimpin rapat Isbath di Kementrian Agama, Jalan Menteng Raya, Jakarta, Selasa (10/8/2010).
Jika kriteria menghisab tersebut dapat tersusun, maka kemudian dalam menentukan hari pertama Ramadhan tidak hanya berdasarkan keterangan saksi yang melihat hilal atau bulan baru. Melainkan, berdasarkan cara yang telah disepakati, ketentuan pengukuran, dan alat mengukur. "Seperti ketentuan melihat hilal, awalnya kan 6 derajat, kemudian turun jadi 4, lalu jadi 2," tuturnya.
Menteri Agama juga menyampaikan bahwa pihaknya akan mengundang perwakilan umat Islam yang memulai puasa Ramadhan berbeda hari dengan yang telah ditetapkan Kementrian. "Dengan mengundang mereka, kita bisa tahu dasar perhitungan mereka apa, ada dialog," demikian Suryadharma Ali.

