Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 12:44 WIB
AKSI PONG HARDJATMO
Wakil Ketua DPR: Jangan Corat-coret!
Inggried Dwi Wedhaswary | Glori K. Wadrianto | Jumat, 30 Juli 2010 | 13:09 WIB
|
Share:
KOMPAS/ INGGRIED DWI WEDHASWARYArtis Pong Hardjatmo, nekat mencoret atap Gedung Nusantara DPR dengan pilox merah, Jumat (30/7/2010)

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mengaku kaget dengan aksi corat-coret atap Gedung DPR yang dilakukan artis Pong Hardjatmo, Jumat (30/7/2010). "Apa maksudnya mencorat-coret?" kata Priyo setengah kaget, seusai shalat Jumat.

Ketika dikatakan bahwa Pong menyampaikan ekspresi kegeramannya atas kinerja pemerintah dan DPR, Priyo mengatakan, penyampaian aspirasi dapat dilakukan dengan cara yang lebih baik. "Caranya kenapa harus corat coret? Menyampaikan aspirasi silakan saja. Namanya juga rumah rakyat, tetapi, kan, tidak harus dengan mencoret," ujar politisi Partai Golkar ini.

DPR, kata dia, membuka pintu bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi dengan menjaga ketertiban dan sesuai aturan. Cara-cara yang tidak tertib dinilai kontraproduktif dengan maksud yang ingin disampaikan. "Ini, kan, gedung milik negara, jangan diperlakukan tidak baiklah. Tanpa aksi seperti itu, kamu juga akan memerhatikan aspirasi," kata Priyo.

Akan tetapi, terhadap aksi tunggal yang dilakukan Pong, ia meminta kepada petugas keamanan untuk tak memperpanjang masalah tersebut. "Dimaafkan saja. Silakan dimintakan keterangan, asal jangan lama-lama. Cukup diberi tahu dan meminta agar tidak diulangi," ujarnya.

Pong, siang ini nekat naik ke atas Gedung Nusantara alias Gedung Kura-kura DPR. Ia menuliskan tulisan "jujur, adil, tegas" dengan cat semprot berwarna merah. Akibat aksinya, artis film tahun 1970-an itu digiring petugas pengamanan DPR untuk dimintakan keterangan.