Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 14:22 WIB
Skandal Rekening
Polri: Jangan Provokasi
Sandro Gatra | Tri Wahono | Jumat, 30 Juli 2010 | 10:33 WIB
|
Share:
DHONI SETIAWANMantan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian meminta kepada semua pihak agar tidak memprovokasi mengenai rekening para perwira Polri yang dicurigai bermasalah sesuai laporan hasil analisa dari PPATK. Menurut Edward, ia terima informasi ada pihak yang menyebut adanya uang di rekening perwira polri yang tidak berdasarkan fakta.

"Kami minta jangan ada pihak-pihak yang provokasilah, menyebutkan ada rekening Rp 700 miliar," ucap Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Edward Aritonang di Mabes Polri, Jumat (30/7/2010).

Namun, Edward tidak mengungkapkan siapa pihak yang melontarkan hal itu. Terkait pernyataan itu, pihaknya meminta, "Kalau punya data, serahkan data ke kami."

Seperti diberitakan, Polri melalui Edward telah mengumumkan hasil penyelidikan 23 rekening perwira. Dari 23 rekening, 17 rekening diklaim wajar. Dua rekening dinilai bermasalah (satu telah masuk ke pengadilan dan satu lagi masih dalam proses hukum). Satu rekening tak dapat ditindaklanjuti lantaran pemilik rekening meninggal. Tiga rekening lain masih dalam penyelidikan.

Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Denny Indrayana mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memanggil Kepala Polri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dan memerintahkan agar Polri menjelaskan kembali rekening itu. Presiden menilai apa yang diumumkan Polri masih menimbulkan pertanyaan.

Namun, Edward mengaku tidak tahu pertemuan antara Presiden dan Kapolri itu. "Saya tidak tahu Kapolri dipanggil Presiden atau tidak. Namun, yang jelas, menurut saya Pak Kapolri pasti sudah laporkan ke Presiden," kata dia.

Advertorial
»