Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 14:22 WIB
Pemindahan Ibukota
Presiden: Masalah Jakarta Memang Berat
Hindra Liu | Marcus Suprihadi | Kamis, 29 Juli 2010 | 21:09 WIB
|
Share:
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWANKepadatan lalu lintas kendaraan bermotor saat jam pulang kerja di ruas Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (9/7/2010). Kemacetan semakin bertambah saat terjadi di akhir pekan.

JAKARTA, KOMPAS.com Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan, terkait usulan pemindahan ibu kota, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa kali sempat menyinggung persoalan-persoalan pelik Jakarta. "Beberapa kali beliau singgung, tapi belum dalam bentuk instruksi," kata Gamawan seusai mengikuti rapat kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (29/7/2010).

Gamawan mengatakan, beban Jakarta memang terlalu berat. "Perlu dipikirkan bersama-sama, bukan hanya Pemda DKI Jakarta. Pertumbuhan kendaraan sepeda motor dan kendaraan roda empat lebih tinggi dibandingkan panjang dan ruas jalan yang ada. Makin lama Jakarta makin berat," kata Gamawan.

Menurut Gamawan, Presiden, yang banyak mempelajari soal studi perkotaan, memberikan sinyal kepada kementerian-kementerian terkait untuk memikirkan soal penanggulangan terhadap masalah tersebut. Namun, hal ini bukan berarti Presiden serta-merta mendukung soal pemindahan ibu kota.

Ketika ditanya komentarnya dalam kapasitas sebagai Menteri Dalam Negeri, Gamawan enggan berkomentar. "Itu kebijakan yang sangat strategis. Kalau itu, tentu Presiden yang paling ideal memberikan komentar bersama DPR," katanya.

Advertorial
»