Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 14:21 WIB
KINERJA DPR
Cerita tentang Pembolos..
| Kamis, 29 Juli 2010 | 02:49 WIB
|
Share:

Pintu ruangan bernomor 1919 di lantai 19 Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/7), terkunci rapat. Entah sudah berapa lama pintu ruangan itu selalu tertutup.

Penghuninya, Ratu Munawaroh Zulkifli, sudah lama tak bertandang ke ruangannya itu. Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu tercatat sembilan kali tidak menghadiri sidang paripurna tanpa keterangan jelas. Dia sama sekali tidak hadir dalam semua rapat paripurna yang digelar selama masa sidang ketiga (5 April-18 Juni 2010). Sejak itu, dia jarang datang ke DPR.

Tak heran jika namanya masuk dalam daftar anggota DPR termalas yang dilansir Biro Persidangan Sekretariat Jenderal DPR bersama puluhan nama lain. Sebut saja anggota Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Akbar Faizal.

Meski dikenal vokal, ternyata Akbar masuk daftar anggota DPR termalas. Pada masa sidang kedua (4 Januari-5 Maret 2010), dia tiga kali absen sidang paripurna tanpa alasan jelas. Begitu pula pada masa sidang ketiga (5 April-18 Juni). Dari tujuh kali rapat paripurna, dia tidak menghadiri rapat tiga kali.

Ada pula nama anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Kadir Karding, yang Ketua Komisi VIII. Karding tercatat tidak menghadiri empat dari tiga sidang paripurna selama masa sidang ketiga.

Baik Ratu Munawaroh, Akbar Faizal, maupun Karding tentu punya alasan tidak hadir dalam sidang. Sekretaris Fraksi PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan, sebenarnya Ratu Munawaroh sudah lama berniat mundur. ”Setelah pelantikan (DPR) Oktober lalu sudah minta mundur,” katanya.

Ratu Munawaroh berniat mundur karena ingin merawat suaminya, mantan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin, yang sakit.

Namun, Fraksi PAN berupaya mempertahankan Ratu Munawaroh karena tergolong kader berprestasi. Perempuan asal Tasikmalaya, Jawa Barat, itu memperoleh suara tertinggi di antara anggota DPR dari PAN. Ia memperoleh 175.000 suara, melebihi angka bilangan pembagi pemilih yang sebanyak 150.000 suara. Namun, Fraksi PAN tidak bisa menolak keinginan Ratu Munawaroh. Fraksi PAN segera memprosesnya pekan depan.

Lain Ratu Munawaroh, lain pula Akbar Faizal. Politisi yang dikenal vokal dalam pengusutan Bank Century itu berkilah tidak bisa menghadiri sidang paripurna karena kesibukan lain. ”Bagaimana bisa saya hadir di dua tempat berbeda dalam waktu bersamaan,” katanya.

Akbar meminta paradigma mengenai ukuran kinerja DPR diubah. Seharusnya, kualitas kerja DPR tidak hanya diukur dari kehadiran dalam sidang paripurna. Hal yang terpenting adalah keterlibatan dan keaktifan anggota DPR dalam mewarnai wacana dan gagasan DPR.

Secara umum, tingkat kehadiran anggota DPR terus menurun dari masa sidang pertama hingga ketiga. Tingkat kehadiran anggota Fraksi Partai Demokrat, misalnya, turun dari 94,2 persen pada masa sidang pertama menjadi 91,1 persen (masa sidang kedua) dan 74,8 persen (masa sidang ketiga). Begitu pula Fraksi Partai Golkar, turun dari 91,4 persen menjadi 86,9 persen dan kembali turun menjadi 74,9 persen pada masa sidang ketiga. Fraksi PDI-P kehadiran turun dari 93,1 persen menjadi 79,7 persen dan 61,2 persen.

Jika untuk hadir sidang paripurna saja malas, bagaimana bisa menyuarakan aspirasi rakyat? (ANITA YOSSIHARA)

Advertorial
»