Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 14:20 WIB
LEDAKAN TABUNG GAS
Insiden Terbesar di Jabar dan DKI
Hindra Liu | Glori K. Wadrianto | Kamis, 22 Juli 2010 | 16:44 WIB
|
Share:
Kompas/Wisnu Widiantoro

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan, insiden terbesar terkait ledakan akibat tabung elpiji tiga kilogram terjadi di Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta.

"Wilayah ini yang pertama kali mendapat elpiji perdana pada tahun 2007-2008. Hal ini selaras dengan masa garansi komponen, seperti selang, regulator, dan kompor," ujarnya saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (22/7/2010).

Menurutnya, insiden ledakan mayoritas terjadi karena aksesori selang, disusul regulator, dan rubber seal. Selain itu, zat pembau gas yang kurang menyengat ditengarai turut memicu ledakan akibat gas. "Belum ada insiden akibat kebocoran tabung gas," kata Agung.

Atas hal ini, Pertamina telah diminta menambahkan zat pembau sehingga bau gas agar lebih menyengat dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Tak hanya itu, pengoplosan tabung tiga kilogram ke tabung 12 kilogram turut memicu ledakan. Pasalnya, pengoplosan menyebabkan tabung elpiji rusak atau bocor.

Agung mengatakan, Polri sudah melakukan penyisiran dan penindakan di setidaknya 10 lokasi di DKI Jakarta terhadap kegiatan pengoplosan.

Advertorial
»