Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 14:19 WIB
PENCEMARAN
Staf Khusus Presiden Kirim Tim ke Laut Timor
| Selasa, 20 Juli 2010 | 03:29 WIB
|
Share:

Jakarta, Kompas - Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah Velix Wanggai pekan ini akan mengirimkan tim untuk melakukan verifikasi data kerugian masyarakat Kabupaten Rote Ndao di Nusa Tenggara Timur, pascaterjadinya tumpahan minyak di Laut Timor. Tumpahan minyak itu diduga berasal dari kebocoran instalasi pengeboran minyak The Montara Well Head Platform milik Australia pada 21 Agustus 2009.

Tumpahan minyak akibat kebocoran instalasi pengeboran tersebut telah cukup lama dikeluhkan mengganggu mata pencarian para nelayan dan petani rumput laut di Kabupaten Rote Ndao.

”Data kerugian akan diverifikasi dan diberikan kepada Presiden serta kementerian dan lembaga terkait, untuk langkah-langkah lebih lanjut. Apabila diperlukan, pemerintah dapat menjadikan data tersebut sebagai salah satu bahan penyusunan klaim kerugian kepada pihak yang menimbulkan pencemaran,” kata Velix Wanggai di Jakarta, Senin (19/7).

Menurut laporan Bupati Rote Ndao Leonard Haning yang diterima Velix, tumpahan minyak itu telah mencemari sekitar 16.420 kilometer persegi wilayah Laut Timor yang tercakup dalam zona ekonomi eksklusif Indonesia. Kerusakan ekosistem laut dan kematian berbagai jenis biota laut itulah yang menyebabkan anjloknya pendapatan nelayan dan petani rumput.

Sebelum terjadinya pencemaran, petani rumput laut di Rote Ndao dapat memproduksi 7.334 ton rumput laut kering per tahun. Pada tahun 2009, atau setelah pencemaran terjadi, produksi rumput laut kering anjlok menjadi 1.512 ton. (*/DAY)

Advertorial
»