Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 14:18 WIB
'Reshuffle'
PKS Pertanyakan Motif Golkar
Inggried Dwi Wedhaswary | Erlangga Djumena | Kamis, 15 Juli 2010 | 11:51 WIB
|
Share:

DHONI SETIAWAN/KOMPAS.com
Anis Matta

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mempertanyakan motif partai yang menggulirkan wacana reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.

Wacana reshuffle dilontarkan Partai Golkar setelah Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) merilis kinerja sejumlah menteri. Beberapa di antaranya masuk dalam kategori "rapor merah".

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS Anis Matta mengatakan, pengguliran wacana reshuffle itu memengaruhi kondisi psikologis para menteri. "Kalau penilaian UKP4 dijadikan alasan reshuffle, tidak masuk akal. Dan, ada masalah juga yang akan memengaruhi psikologi menteri-menteri kalau terus diancam reshuffle. Kita perlu tanya motif partai yang mewacanakan (reshuffle) itu," kata Anis, yang juga menjabat Wakil Ketua DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (15/7/2010).

PKS sendiri menilai evaluasi dan catatan yang disampaikan oleh UKP4 tidak bisa dijadikan satu-satunya parameter untuk me-reshuffle kabinet. Anis menyampaikan dua catatan tentang UKP4. "Pertama, ini evaluasi reguler di internal kabinet atau tidak, kita tidak tahu. Kedua, parameter yang digunakan seperti apa," ujarnya. Selama ini, ia menilai ada persoalan dalam koordinasi di internal kabinet.

Menteri asal PKS, Menkominfo Tifatul Sembiring, turut dalam salah satu menteri yang mendapatkan rapor merah. Padahal, dari penjelasan yang diterima, menurut Anis, tidak terlaksananya sejumlah program karena anggaran tidak turun. "Kalau anggaran tidak turun, kan, bukan kesalahan menteri. Maka, hal-hal ini perlu diverifikasi sebelum mengatakan kinerjanya buruk," kata Anis.

Advertorial
»