JAKARTA, KOMPAS.com — Bursa calon Kepala Kepolisian RI mulai ramai beredar seiring semakin mendekatnya akhir masa tugas Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri pada Oktober mendatang.
PDI Perjuangan menjagokan setidaknya enam calon jenderal yang dinilai layak menduduki Polri-1. Dalam jumpa pers di Ruang Fraksi PDI-P, Senin (5/7/2010), Sekjen yang juga menjabat Ketua Fraksi PDI-P Tjahjo Kumolo menyebutkan enam nama.
Mereka adalah Irjen Gorrys Mere (Wakalakhar BNN), Komjen Ito Sumardi (Kabareskrim), Irjen Timur Pradopo (Kapolda Metro Jaya), Komjen Nanan Sukarna (Inspektur Pengawasan Umum), Irjen Oegroseno (Kapolda Sumatera Utara), dan Irjen Imam Sujarwo (Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Polri).
"Mereka kami nilai sebagai calon-calon dengan track record yang oke. Terbaik. Silakan Presiden memilih salah satu dari enam nama itu," kata Tjahjo.
Fraksi PDI-P sendiri meminta Presiden SBY hanya mengajukan satu nama calon. Seorang Kapolri dinilai tak layak ditentukan melalui mekanisme voting jika nama yang diajukan lebih dari satu.
"Mabes Polri juga kami harapkan memberikan penilaian yang obyektif dan jujur terhadap para calon itu ketika memberikan masukan kepada Presiden," kata dia.
Selain itu, menurut Tjahjo, masa bakti Kapolri sebaiknya tak terlalu lama. Ia mematok angka 2-2,5 tahun merupakan masa jabatan terlama bagi Kapolri.
"Yang penting lembaga berjalan dengan baik, begitu pula sistemnya," ujar Tjahjo.

