JAKARTA, KOMPAS.com - Fraksi PDI Perjuangan menolak mekanisme voting untuk pemilihan calon Kepala Kepolisian RI (Kapolri) yang akan dilakukan beberapa bulan ke depan. Oleh karena itu, Presiden diminta hanya mengajukan satu orang calon.
"Kami menolak voting untuk pemilihan Kapolri maupun Panglima TNI. Bagaimana mungkin seorang Kapolri atau Panglima TNI bertugas tidak dengan dukungan penuh DPR," kata Ketua Fraksi sekaligus Sekjen PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, Senin (5/7/2010), dalam jumpa pers di Fraksi PDI Perjuangan, Gedung DPR, Jakarta.
Tjahjo mengatakan, fraksinya memandang ada sejumlah nama yang dinilai layak menggantikan Jenderal Bambang Hendarso Danuri. "Presiden tinggal memilih satu nama saja, jangan lebih. Jangan dipilih yang sombong, calon harus bisa mengayomi masyarakat dan jaga integritas lembaga kepolisian," ujarnya.
Jika memang Presiden hanya mengajukan satu calon, belum tentu nama yang diajukan otomatis diterima oleh Dewan. "Bisa saja ditolak. Kalau ditolak, Presiden bisa mengajukan nama lainnya," kata Tjahjo.

