Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 13:28 WIB
SMKN 29 Jakarta
Status RSBI, Bangunannya Kok Mau Roboh!
| Latief | Kamis, 17 Juni 2010 | 13:51 WIB
|
Share:

istimewa/berita jakarta
Kasubag Tata Usaha SMKN 29 Joko Ruswandono mengakui, pihaknya sudah beberapa kali mengirimkan surat kepada Dinas Pendidikan untuk memperhatikan kondisi gedung sekolah yang tak berpagar itu dan belum juga direalisasikan.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski status Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 29 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, telah berubah menjadi rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dan memiliki kelas khusus, ternyata kondisinya masih memprihatinkan. Bangunan sekolah yang terletak di Jalan Prof Joko Sutono, Kebayoran Baru, ini terlihat tua dan hampir roboh.

Pemberitahuan baik lisan maupun tulisan sudah beberapa kali kami kirimkan, tapi tidak ada tindak lanjutnya.
-- Joko Ruswandono

Tidak hanya itu, pagarnya pun sebagian sudah roboh, sementara pagar penggantinya hanya berupa pagar darurat yang terbuat dari seng. Pagar seng ini tentu saja sangat rawan dengan aksi kriminalitas. Ketiadaan pagar besi juga membuat kondisi sekolah seperti bangunan tua yang kurang sedap dipandang mata.

Kepala Subbagian Tata Usaha SMKN 29 Joko Ruswandono mengakui, pihaknya sudah beberapa kali mengirimkan surat kepada Dinas Pendidikan untuk memerhatikan kondisi gedung sekolah yang tak berpagar. Tetapi, hingga kini usulan itu belum juga direalisasikan.

Akibatnya, bangunan sekolah menjadi tidak terlihat indah dan dari kejauhan lebih mirip seperti gudang. "Pemberitahuan baik lisan maupun tulisan sudah beberapa kali kami kirimkan, tapi tidak ada tindak lanjutnya," ujar Joko, Rabu (16/6/2010) kemarin.

Joko menambahkan, kondisi tersebut terjadi sejak lima tahun terakhir. Hal itu membuat daya tarik calon siswa terhadap sekolah berkurang.

"Bagaimana calon siswa mau berminat mendaftar di sekolah ini, melihat dari luar saja sudah tidak menarik," sesalnya.

Joko mengaku, pihaknya saat ini dalam posisi dilematis karena sekolah yang mencoba merenovasi pagar tidak diperbolehkan menggunakan dana dari sumbangan orangtua. "Kalau saja boleh, mungkin sudah dari dulu sekolah ini bagus," katanya.

Wakil Kepala SMKN 29 Amiran mengungkapkan, sebagai RSBI, fasilitas yang lengkap sangatlah penting sebagai sarana dan prasarana yang dapat menunjang kegiatan belajar-mengajar. Terlebih, hal itu juga menyangkut kenyamanan sekolah yang digunakan.

"Jika dari pagar dilihat sudah tidak indah, bagaimana kenyamanan di dalam gedung tersebut. Padahal, selama ini prestasi yang diukir siswa SMKN 29 tidak kalah dengan siswa SMKN lain," tandasnya.

Sumber :
Advertorial
»