PALEMBANG, KOMPAS.com — Anak dari keluarga miskin bisa belajar di sekolah bertaraf internasional asalkan lulus tes masuk dengan nilai rapor rata-rata tujuh.
"Tidak masalah asal nilai rapor rata-rata tujuh," kata Erdes Maboti, Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Palembang, Selasa (15/6/2010).
Menurut dia, SMP berstatus rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) tersebut menerima siswa dari mana saja tanpa harus sistem rayon.
"Jadi lulusan sekolah dasar, baik negeri maupun swasta, atau sederajat, asalkan lulus tes masuk dengan nilai rata-rata di atas tujuh, pasti diterima tanpa dibedakan anak keluarga kaya atau miskin," katanya lagi.
Hal tersebut, kata Erdes, cukup beralasan karena sekarang ini pendidikan anak-anak usia sekolah mulai tingkat SD sampai SMA negeri/swasta digratiskan karena mendapat biaya dari pemerintah.
Untuk menjadikan sekolah berstatus RSBI tidak mudah, salah satunya harus menjadi sekolah standar nasional, dan SMPN 1 sudah dimulai tahun 2007, memiliki laboratorium bahasa, dan khusus pelajaran MIPA harus menggunakan bahasa Inggris di kelas.
Di samping itu, sekolah tersebut sekarang ini sedang merintis untuk meraih sertifikat ISO 9001-2008 dan harus mempunyai sekolah mitra, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
"Khusus di dalam negeri, sudah dilakukan kerja sama dengan salah satu sekolah di Denpasar, Bali, dan DI Yogyakarta. Di luar negeri baru sebatas penandatanganan kerja sama, namun belum terealisasi," katanya.

