Pendidikan Pancasila Perlu Inovasi - Kompas.com

Pendidikan Pancasila Perlu Inovasi

Kompas.com - 29/04/2010, 03:16 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS - Ketua MPR Taufiq Kiemas mengemukakan perlunya inovasi dalam pendidikan Pancasila sesuai dengan perkembangan zaman. Karena itu, MPR mengajak lembaga pendidikan guna membumikan lagi Pancasila dengan sejumlah inovasi.

Untuk keperluan itu, MPR menggandeng Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa untuk kerja sama peningkatan mutu sosialisasi empat pilar kenegaraan di Yogyakarta, Rabu (28/4). Taufiq sadar, MPR tidak bisa bekerja sendiri menanamkan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Sebelumnya, MPR menjalin kerja sama dengan Mahkamah Konstitusi, Persatuan Guru Republik Indonesia, dan Dewan Masjid Indonesia.

Menurut dia, Pancasila harus dimaknai sebagai ideologi dan falsafah negara yang menjadi landasan etika dan moral bangsa, UUD 1945 sebagai landasan konstitusional, NKRI sebagai konsensus yang harus dijunjung tinggi, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai kekayaan dan modal bangsa untuk bersatu.

Jiwa merdeka

Ketua Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa Ki Tyasno Sudarto menambahkan, pendidikan jangan semata mengembangkan intelektualitas, tetapi juga harus menyentuh kepribadian dengan pendidikan karakter bangsa. Pendidikan nasional diharapkan dapat mengembangkan jiwa merdeka, pikiran merdeka, dan tenaga merdeka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Institusi pendidikan, seperti perguruan tinggi, menurut dosen Pendidikan Pancasila Universitas Gadjah Mada, Heri Santosa, sudah mulai melakukan inovasi dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan Pancasila. Inovasi tersebut, antara lain, dengan bahan pembelajaran, metode pembelajaran, serta peningkatan kemampuan dan keterampilan dosen. (WKM/BUR)


Editor

Terkini Lainnya

Atap SDN di Probolinggo Ambruk, Diduga karena Penyelewengan Pembangunan

Atap SDN di Probolinggo Ambruk, Diduga karena Penyelewengan Pembangunan

Regional
Tiga Korban Jatuhnya Cetakan Beton Tol Becakayu Alami Patah Tulang

Tiga Korban Jatuhnya Cetakan Beton Tol Becakayu Alami Patah Tulang

Megapolitan
Pemerintah Moratorium Pengerjaan Proyek Tol Layang

Pemerintah Moratorium Pengerjaan Proyek Tol Layang

Megapolitan
Geng Kriminal di Malaysia Tertangkap, Aset Rp 15 Miliar Dibekukan

Geng Kriminal di Malaysia Tertangkap, Aset Rp 15 Miliar Dibekukan

Internasional
KPK Periksa Made Oka Masagung yang Diduga Perantara Suap untuk Setya Novanto

KPK Periksa Made Oka Masagung yang Diduga Perantara Suap untuk Setya Novanto

Nasional
Ini Identitas 7 Korban Jatuhnya Cetakan Beton Proyek Tol Becakayu

Ini Identitas 7 Korban Jatuhnya Cetakan Beton Proyek Tol Becakayu

Megapolitan
YLKI Minta Pemerintah Bentuk Tim untuk Audit Proyek Infrastruktur

YLKI Minta Pemerintah Bentuk Tim untuk Audit Proyek Infrastruktur

Megapolitan
Jalan Mampang Arah Kuningan Digenangi Air, Lalu Lintas Tersendat

Jalan Mampang Arah Kuningan Digenangi Air, Lalu Lintas Tersendat

Megapolitan
Rambut George Washington Ditemukan Terselip di Buku

Rambut George Washington Ditemukan Terselip di Buku

Internasional
Hadiri Kegiatan Calon Bupati, Camat di Magelang Dapat Peringatan Keras

Hadiri Kegiatan Calon Bupati, Camat di Magelang Dapat Peringatan Keras

Regional
'Dikeroyok' 10 Partai, Calon Petahana Wali Kota Makassar Optimistis Menang

"Dikeroyok" 10 Partai, Calon Petahana Wali Kota Makassar Optimistis Menang

Regional
Makam Leluhur Diterjang Longsor, KNPI Protes Pengeboran Geotermal

Makam Leluhur Diterjang Longsor, KNPI Protes Pengeboran Geotermal

Regional
Jokowi Lantik 17 Duta Besar, dari Muliaman Hadad hingga Todung Mulya Lubis

Jokowi Lantik 17 Duta Besar, dari Muliaman Hadad hingga Todung Mulya Lubis

Nasional
Rusaknya Fasilitas GBK dan Pertimbangan Panitia Piala Presiden Tempuh Jalur Hukum

Rusaknya Fasilitas GBK dan Pertimbangan Panitia Piala Presiden Tempuh Jalur Hukum

Megapolitan
Protes Aturan Senjata, Para Pelajar Berbaring di Depan Gedung Putih

Protes Aturan Senjata, Para Pelajar Berbaring di Depan Gedung Putih

Internasional

Close Ads X