Mabes Polri Periksa Markus Palsu di "TV One" - Kompas.com

Mabes Polri Periksa Markus Palsu di "TV One"

Kompas.com - 08/04/2010, 16:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Penyidik Mabes Polri memeriksa seorang pria bernama Andri Ronaldi (37) dengan sangkaan merekayasa pemberitaan di salah satu televisi swasta, TV One, mengenai praktik mafia kasus di Mabes Polri.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Edward Aritonang mengatakan, saat acara di televisi tersebut, Andri yang wajahnya ditutupi topeng mengaku sudah 12 tahun beraksi sebagai makelar kasus (markus) di Mabes Polri. Dia mengaku pernah mengantarkan uang sebesar Rp 1 miliar kepada penyidik untuk merekayasa kasus dan mendapatkan imbalan Rp 1,5 juta.

Terkait kesaksian itu, kata Edward, pihaknya kemudian mencari pria misterius itu. Setelah tahu bahwa akan dicari polisi, Andri kemudian kabur ke Bali dan akhirnya kembali lantaran memikirkan anak-istri.

Setelah diperiksa, Andri mengaku hanya diminta untuk berbicara sesuai dengan skenario yang telah diatur oleh sang presenter. "Saat diperiksa, dia mengatakan belum pernah menginjak Mabes Polri. Ini nama baik Bareskrim dan Polri secara umum sangat dinista dengan penjelasan (markus) itu," lontar Edward.

Namun, Edward enggan menyebutkan nama presenter yang dikatakan membuat skenario rekayasa itu. "Kalau sudah dikonfrontasi dan bisa dibuktikan, kami akan sebutkan namanya," jawab Edward.

Editorksp

Terkini Lainnya

Pengungsi Tinggal di Trotoar, Yasonna Akui Daya Tampung Rumah Detensi Terbatas

Pengungsi Tinggal di Trotoar, Yasonna Akui Daya Tampung Rumah Detensi Terbatas

Nasional
Kader Tewas Tertembak Oknum Brimob di Parkiran Diskotek, Gerindra Minta Polri Usut Tuntas

Kader Tewas Tertembak Oknum Brimob di Parkiran Diskotek, Gerindra Minta Polri Usut Tuntas

Nasional
Panji si Petualang Bakal Lepas Ban di Leher Buaya Sungai Palu

Panji si Petualang Bakal Lepas Ban di Leher Buaya Sungai Palu

Regional
'T-Rex' Berjalan Penarik Gerobak di Jogja, Buah Karya Remaja Lulusan SMK

"T-Rex" Berjalan Penarik Gerobak di Jogja, Buah Karya Remaja Lulusan SMK

Regional
Sandiaga: Trotoar untuk Pejalan Kaki, Bukan Tempat Tinggal

Sandiaga: Trotoar untuk Pejalan Kaki, Bukan Tempat Tinggal

Megapolitan
Disambar Petir, Seorang Nelayan Tewas di Aceh Utara

Disambar Petir, Seorang Nelayan Tewas di Aceh Utara

Regional
Sudah 50 Persen, Revitalisasi Taman Lapangan Banteng Rampung April 2018

Sudah 50 Persen, Revitalisasi Taman Lapangan Banteng Rampung April 2018

Megapolitan
Jika Terbukti Bersalah, Polri Akan Proses Hukum Anggota Brimob yang Tembak Kader Gerindra

Jika Terbukti Bersalah, Polri Akan Proses Hukum Anggota Brimob yang Tembak Kader Gerindra

Nasional
Mobil Terobos Jalur Busway Saat 'Car Free Day', Sopir Diduga Mabuk

Mobil Terobos Jalur Busway Saat "Car Free Day", Sopir Diduga Mabuk

Megapolitan
Cerita Berburu Paspor Kilat di Monas, Datang Pagi-pagi, Berdesakan hingga Tak Kebagian Kuota

Cerita Berburu Paspor Kilat di Monas, Datang Pagi-pagi, Berdesakan hingga Tak Kebagian Kuota

Megapolitan
Operasi Bulog Tak Mempan Turunkan Harga Beras Di Majene

Operasi Bulog Tak Mempan Turunkan Harga Beras Di Majene

Regional
Majikan Terjerat Kasus Hukum, Juwita Menggelandang di Jakarta

Majikan Terjerat Kasus Hukum, Juwita Menggelandang di Jakarta

Megapolitan
Sandiaga: DKI Juga Terima Ribuan 'Data Sampah'

Sandiaga: DKI Juga Terima Ribuan "Data Sampah"

Megapolitan
Tangkal Hoaks, Masyarakat Adat Gumantar Belajar Melek Media

Tangkal Hoaks, Masyarakat Adat Gumantar Belajar Melek Media

Regional
Kronologi Tewasnya Kader Gerindra yang Tertembak Anggota Brimob di Parkiran Diskotek

Kronologi Tewasnya Kader Gerindra yang Tertembak Anggota Brimob di Parkiran Diskotek

Regional

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM