Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 18:03 WIB
Buka Muktamar NU, SBY 3 Jam di Makassar
| made | Senin, 22 Maret 2010 | 21:58 WIB
|
Share:

MAKASSAR, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan membuka Muktamar Ke-32 Nahdlatul Ulama di Celebes Convention Center (CCC), Makassar, Selasa (23/3/2010).

SBY dijadwalkan hanya sekitar tiga jam berada di Makassar. Rombongan Presiden diperkirakan tiba di Lanud Sultan Hasanuddin pukul 11.00 Wita dan langsung menuju ke CCC. SBY diperkirakan tiba di CCC pukul 12.00 dan seusai acara pembukaan, rombongan kembali ke Jakarta sekitar pukul 15.00 Wita.

Panglima Kodam (Pangdam) VII Wirabuana Mayjen TNI Hari Krisnomo, Minggu (21/3/2010), menegaskan bahwa dia bertanggung jawab penuh untuk mengamankan kehadiran Presiden.

Hari selaku Komandan Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Presiden menegaskan bahwa pihaknya menjamin bahwa kondisi Makassar dalam satu-dua hari ini kondusif. "Sebagai komandan satgas, saya bertanggung jawab penuh terhadap keamanan berkaitan dengan kehadiran Bapak Presiden untuk membuka Muktamar NU," ungkap pria berkumis tebal ini.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo memimpin keterangan pers di Baruga Sangiaseri, Gubernuran, Jl Sungai Tangka, Makassar, Minggu malam. Di sana hadir semua unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Sulsel. Di antaranya Kapolda Sulsel Irjen (Pol) Adang Rochjana, Komandan Lantamal VI Laksamana Pertama TNI Bambang Wahyudin, Pangkoopsau II Marsekal Muda Agus Munandar, Pangkosekhanudnas, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang, Ketua DPRD Sulsel Moh Roem, dan Kajati Adang Sudrajat.

Sementara itu, suasana Kota Makassar semakin semarak dengan bendera, umbul-umbul, spanduk, dan baliho berlogo NU sebagai persiapan pembukaan muktamar organisasi ini. Simbol-simbol NU tersebut tepasang di hampir semua sudut jalan utama di kota ini. "Kami sudah menjangkau semua titik strategis," kata Ketua Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor Sulsel Azhar Arsyad.

2.000 personel


Sebelumnya, Syahrul bersama unsur muspida juga melakukan pertemuan dengan aktivis mahasiswa dan ormas di Sulsel, baik yang didampingi pimpinan perguruan tinggi negeri (PTN) maupun swasta di kota ini. Selain itu, muspida melakukan pertemuan tertutup dalam sepekan terakhir untuk membahas pengamanan RI 1 dan Muktamar NU.

Sekitar 2.000 petugas gabungan dari TNI AD, polisi, TNI AU, dan TNI Angkatan Laut (AL) akan terlibat dalam satgas pengamanan Presiden. Adang mengatakan, untuk pengamanan muktamar termasuk kegiatan masyarakat di luar pengamanan Presiden, pihaknya menerjunkan sekitar 2.000 personel kepolisian dari berbagai unsur. (Tribun Timur)

Sumber :
Tribun Timur