Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 21:55 WIB
Susno Masuk "Bursa" Calon Pimpinan KPK
Ade Mayasanto | Glo | Senin, 22 Maret 2010 | 13:14 WIB
|
Share:

KOMPAS/RATIH P SUDARSONO
Di buku yang dibeli pengunjung, Komjen Susno Duanji membubuhkan tanda tangan dan kata kenangan "Kebenaran harus diwartakan, ia adalah suara hati". Untuk Toko Buku Gramedia Bogor, Susno memberi kenangan tulisan berbunyi "Gramedia Ikut Mencerdaskan Bangsa", Kamis (25/2/2010).

JAKARTA, KOMPAS.com — Semenjak surat pencabutan keppres pengangkatan Tumpak Hatorangan Panggabean selaku Plt Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi diterima, kursi Ketua KPK kini menjadi bidikan sejumlah pihak. Sejumlah nama mulai ditimang.

Dan, uniknya, nama mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji menyembul. Susno dinilai memiliki peluang untuk mengisi kekosongan kursi yang ditanggalkan Tumpak. "Salah satu yang memiliki peluang adalah Susno Duadji," ujar anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo, kepada Persda Network di Jakarta, Senin (22/3/2010).

Meski demikian, peluang Susno berada di KPK berada di tangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menyisakan waktu kepemimpinan hingga 2011, pilihan menghadirkan ketua KPK teranyar sepenuhnya bergantung pada Presiden selaku kepala pemerintahan dan kepala negara.

"Kita berharap pemerintah segera mengambil keputusan. Apakah tetap membiarkan KPK dengan empat pimpinan hingga akhir periode atau segera mencari pengganti Tumpak dengan lekas membentuk pansel untuk menjaring calonnya," kata Bambang.

Bersyukur
Berakhir masa tugas Tumpak di pimpinan KPK pun disambut baik. Sedikitnya, tudingan miring KPK di bawah bayang-bayang Istana mulai luntur. "Kami juga bersyukur, paling tidak dengan tidak adanya Tumpak, tudingan miring KPK kerap melaksanakan agenda pesanan Istana berkurang," kata Bambang.

Anggota Tim Sembilan Penggagas Hak Angket DPR tentang skandal Bank Century ini berharap, KPK ke depan dapat bekerja lebih jujur dan tetap bernyali. "Kita juga berharap KPK mampu meningkatan kinerjanya dengan membongkar kasus-kasus besar dan bukan kasus ecek-ecek saja," ujarnya.