Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 13:22 WIB
Tinggalkan Istana, Wajah Kapolri Tegang
Hindra Liauw | mbonk | Senin, 22 Maret 2010 | 12:50 WIB
|
Share:
DHONI SETIAWANKapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri.

JAKARTA, KOMPAS.com — Tidak seperti biasanya, seusai meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, wajah Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri tampak tegang.

Kapolri dipanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Istana terkait urusan bidang politik, hukum, dan keamanan. Ketika disapa para wartawan, Kapolri pun tampak sama sekali tidak antusias. Padahal, biasanya Kapolri tergolong narasumber yang mudah diajak berbincang-bincang dengan para wartawan yang sehari-hari bertugas di Istana.

Ketika ditanya terkait pernyataan mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komjen Susno Duadji mengenai dugaan adanya praktik makelar kasus di institusi Polri, Kapolri tidak banyak berkomentar. "Begini, masalah Pak Susno serahkan ke internal (Polri) saja. Sedang ditangani. Jadi enggak usah komentar apa pun," tukas Kapolri.

Ketika ditanya lebih lanjut, Kapolri lagi-lagi memberikan jawaban senada. "Ini masalah internal Polri. Sedang kita tangani," ujarnya.

Seperti diberitakan, Susno pada pagi tadi memenuhi panggilan Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri untuk dimintai klarifikasinya terkait dugaan adanya praktik makelar kasus di tubuh institusi Polri. Sebelumnya, Susno melansir mengenai dugaan adanya "markus" dalam perkara pencucian uang dan korupsi sebesar Rp 25 miliar dalam rekening milik pegawai Ditjen Pajak, Gayus Tambunan.

Susno menuding ada rekayasa di balik kasus ini. Bahkan, ia menyebut inisial sejumlah jenderal polisi yang diduga menerima uang di bawah meja.

Advertorial
»