Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 01:37 WIB
Heru Lelono Memang Berusaha Satukan Mega-SBY
Suhartono | wah | Minggu, 21 Maret 2010 | 19:12 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bidang Informasi dan Hubungan Publik, Heru Lelono, menegaskan dirinya sangat berkepentingan agar Presiden Yudhoyono dan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri dapat bersatu kembali untuk bersama-sama membangun bangsa dan Negara Indonesia. Pasalnya, dulu, Heru yang mengenalkan Megawati dengan Yudhoyono saat Heru masih aktif sebagai kader PDI-Perjuangan.

"Mengapa saya berkepentingan agar kedua pemimpin bangsa dan partai itu bersatu lagi? Itu, karena saya yang mengenalkan Ibu Megawati dengan Pak SBY dulu sebelum sama-sama menjadi Presiden. Keduanya memiliki idelogi yang sama untuk membangun bangsa dan negeri. Keduanya jangan diragukan kalau untuk NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Sebab itu, harapan saya, agar Pak SBY dan Ibu Megawati bersatu demi negeri," tandas Heru, saat dihubungi Kompas, Minggu (21/3/2010) sore tadi.

Ia membantah pemberitaan yang menyebutkan PDI-Perjuangan, partai yang dipimpin Megawati Soekanoputri, akan berkoalisi dengan pemerintah pasca-Kongres PDI-P di Bali mendatang. "Saya tidak pernah ngomong seperti itu. Jadi, tidak ada pernyataan saya seperti itu. Saya hanya berharap kedua tokoh itu bersatu lagi. Kalau soal koalisi di pemerintahan, itu bukan urusan saya. Itu urusan partai politik dan kekuasaan. Saya hanya ngomong dalam konteks berharap. Harapan saya hanya dilatarbelakangi alasan ideologi yang sama yang dimiliki Pak SBY dan Ibu Megawati," tambah Heru.

Soal penegasan Wakil Sekjen DPP PDI-P Agnita Singedikane bahwa PDI-P tidak akan berkoalisi dengan pemerintah pasca-Kongres Bali, Heru hanya berkomentar, "Saya ka tidak pernah ngomong begitu. Jadi, saya tidak akan mengomentari Ibu Agnita."