Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 20:23 WIB
Meski Dikecam, Susno "Positif Thinking"
Yogi Gustaman | wah | Minggu, 21 Maret 2010 | 17:54 WIB
|
Share:
DHONI SETIAWANMantan Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Susno Duadji memberikan kesaksian dalam sidang dengan terdakwa mantan Ketua KPK, Antasari Azhar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (07/01/2010). Kedatangan Susno sebagai saksi meringankan kepada terdakwa dalam proses persidangan kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski pernyataannya telah membobol borok institusinya di Mabes Polri terkait dugaan keterlibatan tiga jenderal dalam kasus pencucian uang dan korupsi dana pajak dipenuhi hujatan, mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duadji tidak merasa gerah.

Ia hanya tertawa ketika ditanya apakah dirinya merasa dizalimi dengan kenyataan pahit yang dihadapinya sekarang. "Ha... Saya tidak tahu. Saya positif thinking saja," ujar Susno lewat pesan pendek ke Persda Network, Minggu (21/3/2010).

Tudingan Susno tentang adanya markus di tubuh Polri berbalik arah kepada dirinya setelah korpsnya menantang balik Susno dengan memanggilnya untuk dimintai keterangan. Sementara, Susno sendiri merasa soal dugaan markus tersebut tidak digubris oleh petinggi Polri.

Seperti diberitakan sebelumnya, menyusul pernyataannya ke publik beberapa waktu lalu, Polri telah membentuk tim untuk mendalami keterangan Susno yang dianggap menistakan institusi Polri. Apalagi dengan tegas Suno mengatakan ruangan sebelah Kapolri adalah markas markus di Polri.

Bahkan, pernyataan Susno telah memantik perang bintang beberapa jenderal di tubuh Polri. Mereka yang merasa ditantang Susno seperti Brigjen Pol Raja Erizman, dan Brigjen Pol Edmon Ilyas. Keduanya yang pernah menjadi bawahan Susno saat menjabat Kabareskrim, melaporkan Susno atas pencemaran nama baik.