Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 12:50 WIB
Perjudian Obama
| msh | Sabtu, 20 Maret 2010 | 09:13 WIB
|
Share:
Oleh Budiarto Shambazy

KOMPAS.com- Rancangan undang-undang jaminan kesehatan menurut rencana akan disahkan atau ditolak lewat voting di DPR atau Majelis Rendah (House of Representatives), Kongres Amerika Serikat, Minggu (28/3). Dibutuhkan 216 suara rendah agar RUU ini disahkan menjadi undang-undang.

RUU telah disetujui majelis tinggi (Senat) pada Desember lalu, tetapi dikirim lagi ke DPR untuk direvisi/diperbaiki. Andai disahkan DPR, diperlukan persetujuan Senat dan setelah itu baru ditandatangani Presiden Barack Obama.

Kalau RUU ditolak DPR, masih ada kesempatan bagi Obama mengajukannya lagi pada masa mendatang. Sejarah menunjukkan ada RUU yang mondar-mandir lebih dari 20 kali sebelum disahkan.

Akan tetapi, konteks politik sudah berubah drastis karena Obama dan Partai Demokrat secara moral dan politis mengalami kegagalan dan makin tak populer. Obama telah tercatat sebagai presiden paling tidak populer dalam sejarah pada awal tahun kedua karena hanya didukung 47 persen rakyat.

Sebaliknya, kegagalan itu akan dimanfaatkan Partai Republik sebagai peluang memenangi pemilu sela November mendatang untuk sepertiga dari 100 senator dan semua 435 anggota DPR. Dominasi Demokrat di Kongres terancam berakhir.

Itulah sebabnya nasib Obama kini bagai telur di ujung tanduk, sebab sampai kolom ini diturunkan semalam, jumlah anggota DPR yang mendukung RUU diperkirakan hanya mencapai 214, sementara yang menolak 217 anggota.

Tampaknya mudah mencari dua suara anggota DPR untuk memenuhi 216 suara agar RUU jaminan kesehatan (jamkes) disahkan, tetapi belum ada jaminan mereka 100 persen mendukung Obama dan Demokrat. Loyalitas mereka beralih ke distrik dan negara bagian masing-masing anggota DPR.

 

Selengkapnya baca di http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/20/03442770/perjudian.obama

Sumber :
Kompas Cetak
Advertorial
»