Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 02:52 WIB
Mahasiswa Teriaki Wapres Boediono Maling, Tidak Ditahan
Abdul Qodir Zaelani | yuli | Jumat, 19 Maret 2010 | 22:26 WIB
|
Share:

BEKASI, KOMPAS.com - Kepala Polres Kota Bekasi, Kombes Pol Iman Sugiyanto, membantah pihaknya menahan para pelaku yang meneriaki Wakil Presiden Boediono maling saat temu wicara di halaman Puskesmas Bantar Gebang di Jalan Narogong, Kecamatan Bantar Gebang, Bekasi.

Menurut Iman Sugiyanto, pihaknya hanya mendata sembilan pengunjuk rasa yang memang belum menyampaikan pemberitahuan aksi. "Mereka tidak ditahan. Mereka hanya ditanyai soal pemberitahuan aksi. Tadi, kami tidak menangkap, cuma bubarin saja. Setelah itu didata identitasnya," kata Iman Sugiyanto di Markas Polresta Bekasi, Jum'at (19/3).

Setelah mereka didata satu persatu, kesembilan orang yang merupakan mahasiswa Universitas Islam 45 Bekasi ini langsung dilepaskan. Kesembilan pengunjuk rasa itu adalah Xenik, Imron, Ikhsan, Faudzi, Rizki, Lukman, Ghozali, Harri, dan Faisal.

Menurut salah seorang pengunjuk rasa, Faudzi, awalnya ia dan teman-temannya menggelar aksi di depan kampus Unisma, dengan jumlah sekitar dua puluhan mahasiswa. Lalu mereka bergerak menuju tempat Wapres Boediono mengadakan acara dialog dengan Kerluarga Berencana (KB) di Bantar Gebang.

Mereka tergabung alam Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bekasi dan Himpunan Mahasiswa Fisip Unisma Bekasi.

Dalam rilisnya, para pengunjuk rasa ini minta Presiden SBY dan Wapres Boediono mundur, karena dianggap sebagai antek neoliberalisme.

Sumber :
Persda Network