JAKARTA, KOMPAS.com — Kandidat ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Utama atau PBNU, KH Ali Maschan Moesa, memperkirakan hanya empat nama yang akan tampil sebagai calon ketua umum PBNU.
"Keempat nama tersebut kemungkinan adalah KH Salahuddin Wahid, KH Said Agil Siradj, KH Ahmad Bagdja, dan saya sendiri," kata Ali Maschan di Jakarta, Jumat (19/3/2010).
Menurut dia, kandidat lainnya, seperti Slamet Yusuf, kemungkinan akan terkendala persyaratan yang diatur dalam tata tertib muktamar.
Guru Besar Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya, itu juga menduga, kandidat lainnya ada yang terkendala isu negatif, tapi dia tidak menyebutkan namanya.
Ketika ditanya siapa kandidat yang paling diperhitungkan sebagai kompetitor, Ali Maschan juga enggan menyebutkan figur yang paling diperhitungkannya.
Mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur itu mengatakan, dirinya tampil sebagai kandidat ketua umum PBNU setelah mendapat dukungan dari pengurus wilayah dan pengurus cabang NU di sejumlah daerah.
"Saya siap tampil sebagai calon ketua umum PBNU karena mendapat dukungan dari pengurus dan kaum nahdliyin di sejumlah daerah," kata Ali Maschan.
Namun, dia tidak merinci berapa daerah yang mendukungnya menjadi calon ketua Dewan Tanfidz PBNU tersebut.
Selain dukungan dari sejumlah pengurus daerah, katanya, dia akan berusaha maksimal dan meminta bantuan Allah SWT.
"Saya bersikap optimistis saja, sebagai manusia kami berusaha dan meminta bantuan-Nya, Allah yang akan menentukan," kata anggota DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa ini.
Muktamar NU akan diselenggarakan di Makassar pada 23-27 Maret 2010 dan dihadiri pengurus pusat, pengurus wilayah dari 33 provinsi, dan pengurus cabang dari sekitar 450 kabupaten kota.
Sampai saat ini ada tujuh nama yang disebut-sebut dalam bursa kandidat ketua umum PBNU, yakni KH Said Agil Siradj, KH Masdar F Mas’udi, H Slamet Efendi Yusuf, KH Ahmad Bagja, KH Ulil Abshor Abdalla, KH Salahudin Wahid, dan Prof KH Ali Maschan Moesa.

