Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 12:08 WIB
Indikator
Pengiriman TKI Jabar Meningkat
| Kamis, 18 Maret 2010 | 11:36 WIB
|
Share:

Pengiriman tenaga kerja Indonesia dari Jawa Barat ke luar negeri cenderung meningkat dalam empat tahun terakhir. Sebagian besar TKI berasal dari wilayah pantura dan Priangan Barat. Tidak memadainya tingkat pendidikan menyebabkan TKI yang terserap di bidang formal sangat minim.

Merujuk laporan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat tahun 2005-2009, rata-rata terdapat 4.983 TKI dari Jabar per tahun. Jumlah itu cenderung bertambah 6 persen setiap tahun. Angka itu dihitung dari jumlah TKI yang diberangkatkan oleh pelaksana penempatan TKI swasta di Jabar.

Tahun 2009 jumlah TKI dari Jabar tercatat 6.572 orang. Sebanyak 43 persen di antaranya berasal dari wilayah pantura, terutama Majalengka, Cirebon, dan Indramayu. Adapun 28 persen berasal dari wilayah Priangan Barat, yakni Sukabumi dan Cianjur.

Negara-negara di Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, dan Jordania, masih menjadi tujuan utama TKI. Sementara itu, TKI asal Jabar yang ditempatkan di wilah Asia terutama bekerja di Malaysia (3 persen) dan Taiwan (1 persen).

Dilihat dari bidang pekerjaannya, hanya sedikit yang mampu menembus bidang formal. Tahun 2009 hanya TKI laki-laki yang bekerja di bidang itu, yakni 298 orang atau 4,5 persen. Sementara itu, mayoritas TKI perempuan bekerja di bidang informal sebagai pembantu rumah tangga.

Kondisi itu tidak terlepas dari minimnya tingkat pendidikan TKI. Mayoritas TKI dari provinsi ini adalah tamatan SD. Adapun TKI yang lulus SLTP dan SLTA masing-masing hanya 6 persen dan 0,1 persen. (NDW/LITBANG KOMPAS)

Advertorial
»