AFP/TORSTEN BLACKWOODPresiden Susilo Bambang Yudhoyono
JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat politik, Eep Syaifulloh Fatah, mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau yang sering disapa Pak SBY kurang begitu senang kalau disapa Yudhoyono.
"Ini bocoran saja. Pak SBY tidak suka disebut Yudhoyono. Tapi di politik begitu, pengamat suka menyebutkan yang tidak disukai," kata Eep ketika menjadi pembicara pada seminar Citi Indonesia Economic and Political Outlook 2010 di Ritz-Carlton Pacific Place Jakarta, Kamis (18/3/2010).
Di depan ratusan peserta seminar, Eep memaparkan sejumlah watak kepemimpinan SBY, di antaranya bersikap normatif dan senang dengan sikap kehati-hatian.
Kelebihannya, modal politik SBY pada periode ini lebih besar dari sebelumnya. "Namun, yang jadi sorotan, Pak SBY masih lambat bertindak ketika harus cepat bertindak," kata Eep.
Dia juga mengkritik soal manajemen hubungan politik SBY dengan partai politik lain yang perlu diperbaiki. "Yang bagus jadi perhatian, setelah Century dukungan terhadap Boediono dan Sri Mulyani naik besar. Ada survei tentang itu, tapi belum dipublikasikan. Sementara dukungan ke SBY turun. Ini harus menjadi perhatian untuk bisa jadi manajemen kepemimpinan," kata Eep.

