KOMPAS/ADI SUCIPTO KAmien Rais pada Milad Satu Abad Muhammadiyah di Gresik Minggu (28/2/2010).
JAKARTA, KOMPAS - Rencana Amien Rais kembali ke Muhammadiyah masih sangat terbuka dan bisa berdampak positif bagi perkembangan ormas keagamaan ini. Sebab sebagai kekuatan moral, ormas keagamaan sebaiknya memang dipimpin oleh orang yang secara umur dan pengalaman sudah sangat matang. Sehingga tidak tergoda lagi oleh posisi lain di luar sana.
Hal ini disampaikan aktivis Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi, di Jakarta, Selasa (16/3/2010). Namun , Adhie memahami reaksi generasi muda Muhammadiyah yang menganggap rencana kembalinya Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional ini sebagai langkah mundur, karena menghambat regenerasi di persyarikatan itu, sebagaimana disampaikan Ketua Pimpinan P usat (PP) Pemuda Muhammadiyah Izzul Muslimin, dan Sekjen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ton Abdillah Has.
Menurut Adhie, paling tidak ada dua alasan kenapa kaum muda Muhammadiyah menolak Pak Amien come back. Pertama, karena memang ingin regenerasi. Kedua, ini faktor yang dominan, mereka kecewa Pak Amien membiarkan PAN melakukan langkah pragmatis dalam kasus skandal Bank Century.
"Padahal kalau mau, Pak Amien masih bisa mengarahkan PAN ke jalan yang benar, kata Adhie," mantan jubir Presiden Gus Dur ini.
"Saya yakin, kalau Pak Amien bisa mendorong fraksi PAN di Senayan bergabung dengan fraksi-fraksi pemilih Opsi C, dan bersama-sama menggunakan Hak Menyatakan Pendapat, akan ada perubahan sikap signifikan di kalangan generasi muda Muhammadiyah," ujar Adhie.
Alasan Adhie, karena generasi muda Muhammadiyah salah satu kekuatan poros GIB, yang terus memperjuangkan skandal bail out Bank Century yang merugikan keuangan negara Rp 6,7 triliun itu diproses secara politik dan hukum. Dan para pelakunya diganjar hukuman sesuai dengan tingkat kesalahannya. (MAM)

