JAKARTA, KOMPAS.com — Meski tiga jenazah tersangka teroris yang terbujur kaku di ruang Instalasi Forensik Rumah Sakit Raden Said Soekanto (Polri) Kramat Jati, Jakarta Timur, sudah dirilis Mabes Polri sebagai Hasan Nour, Enceng Kurnia, dan Pura Sudarma, nama ketiganya tidak diketahui pada masing-masing jenazah.
Jenazah tiga teroris di RS Polri hanya diberi kode A1, A2, dan A3. Petugas Instalasi Forensik di RS Polri juga tidak mengetahui detail identitas ketiga jenazah tersebut.
"Jenazahnya enggak diberi nama. Yang kami tahu dari ketiganya hanya diberi kode A1, A2, dan A3," ujar petugas yang enggan identitasnya disebutkan itu saat berbincang di RS Polri, Selasa (16/3/2010).
Dia menjelaskan, belum dipastikan jenazah yang berkode A1, A2, dan A3 itu siapa saja. "Jadi, kami tidak mengetahui kode itu atas nama jenazah siapa. Jenazah saat ini masih diidentifikasi," ujarnya singkat.
Seperti diketahui, Hasan Nour tewas bersama Ridwan alias Nico Prestiadi dalam penggerebekan di Gang Asem, Jalan Setiabudi, Pamulang, Selasa (9/3/2010) pekan lalu. Keduanya adalah pengawal Dulmatin alias Yahya Ibrahim yang tewas di Warnet Multiplus, Jalan Siliwangi, Pamulang.
Dulmatin dan Ridwan sudah lebih dulu dimakamkan oleh keluarganya. Sedangkan jenazah Hasan sampai saat ini belum diambil keluarga dan masih terbujur kaku di ruang Instalasi Forensik RS Polri.
Sementara dua jenazah lainnya, yakni Enceng Kurnia dan Pura Sudarma, juga belum diambil keluarga. Enceng dan Pura Sudarma tewas oleh aparat Polsek Leupung saat terkena razia dalam perjalanan menuju Meulaboh menggunakan mobil angkutan L-300.

