JAKARTA, KOMPAS.com — Wacana pemotongan anggaran yang digulirkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tak ditanggapi berlebihan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Ancaman" ini diembuskan karena Dewan menilai KPK lamban dalam menangani kasus Bank Century.
"Saya belum mau mengomentari, kan baru wacana. Tapi (pemotongan anggaran) biasa saja," kata Wakil Ketua KPK Haryono Umar di Gedung DPD, Jakarta, Senin (15/3/2010). Sebagai pengawas KPK, Haryono menilai, DPR akan mengingatkan lembaganya jika memang dianggap tidak baik kinerjanya.
Wakil Ketua KPK lainnya, Bibit Samad Rianto, berpendapat, wacana pemotongan anggaran tak ada korelasinya dengan kinerja KPK dalam penyelidikan kasus Bank Century. "Soal anggaran ada mekanisme sendiri, penyelidikan ada mekanisme sendiri. Dan KPK akan mempertanggungjawabkan kerjanya," kata Bibit.
Sebelumnya, Sekjen PKS yang juga Wakil Ketua DPR, Anis Matta, mengatakan, wacana pemotongan anggaran KPK oleh DPR merupakan peringatan bagi lembaga antikorupsi itu untuk bergerak cepat menangani kasus Bank Century. Anis menilai, kinerja KPK dalam penanganan kasus Bank Century cenderung lamban jika dibandingkan dengan penanganan kasus-kasus lainnya.
