NAGREG, KOMPAS.com - Sekitar Desember 2008 dua orang perempuan bercadar, yang seorang di antaranya kemudian menjadi istri kedua Enceng tiba-tiba mengontrak rumah di RT 01/05 Desa Ciaro, Nagreg, Jawa Barat. Enceng adalah tersangka teroris yang tewas dalam operasi di Nangroe Aceh Darussalam beberapa waktu lalu.
Anwar Sanusi alias Away (45) yang memberikan kesaksiannya tentang kehidupan Enceng tersebut, Minggu (14/3/2010). Menurut Away, sekitar enam bulan kemudian, tepatnya Juni 2009 lalu Enceng yang baru bebas bersyarat dari penjara kemudian mengontrak rumahnya itu.
"Yang satu jadi istri Enceng, katanya dia adik almarhum istri Enceng pertama. Nah yang satu lagi itu berpamitan katanya akan pulang ke Kampung Melayu Jakarta," kata Away.
Dikatakan, dirinya juga pernah waswas mengontrakan rumah kepada Enceng yang notabene terkait kasus terorisme. Hanya saja, katanya, karena telah diizinkan pengurus RT setempat dengan meninjau kedekatan dengan keluarga Enceng yang asli warga Ciaro rasa waswas itu hilang seketika.
Saripah (35), tetangga sebelah Enceng ketika tinggal di rumah petak milik Away, mengatakan Enceng dan istrinya melarang ketiga anaknya menonton televisi. "Kalau anak-anaknya menonton televisi ke rumah saya, selalu dilarangnya. Yang saya ingat kalau keluar rumah selain ke masjid Enceng selalu mengenakan topi sehingga mukanya nyaris tak terlihat utuh," kata Saripah.
Dikatakan, keseharian Enceng memang terlihat sangat baik dan getol beribadah di masjid. Meski demikian Saripah juga pernah melihatnya keluar rumah. "Biasanya kalau keluar rumah dua hingga tiga hari tapi itu sangat jarang. Kalau keluar rumah ia selalu menggunakan ojeg atau terkadang jalan kaki menyusuri pematang sawah lalu menggunakan kendaraan umum," katanya.
Menurut Saripah, paling sering enceng mengaku pergi ke Jawa dan hal itu diperkuat dengan pernyataan istrinya.

