NAGREG, KOMPAS.com - Azmi (5) putra bungsu terduga teroris almarhum Enceng Kurnia yang tinggal bersama keluarga ayahnya di Kampung Ranca Desa Ciaro Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung, berangkat ke Jakarta, Minggu (14/3/2010) sekitar pukul 13.00 untuk menjalani tes DNA.
Keberangkatan keluarga Enceng ke Jakarta tampak dikawal dua unit mobil sipil yang digunakan anggota Densus 88 serta satu mobil Reaksi Cepat Polres Bandung. Azmi adalah putra ketiga Enceng dari istri pertamanya yang meninggal dunia ketika Enceng ditangkap petugas Densus 88 di kampung yang sama akibat terkait kasus terorisme.
Selain Azmi, Idi alias Ojah (ayah Enceng), Edi Hendriat (kakak), Deti, Cucu (adik) serta Udag (kerabat) juga turut berangkat ke Jakarta untuk melakukan rangkaian tes dimaksud di RS Polri Keramatjati, Jakarta Timur.
Mereka berangkat dengan menggunakan sebuah mobil sewaan jenis Toyota Avanza berwarna biru tua. "Mereka berangkat untuk menjalani tes DNA seraya memastikan keabsahan jenazah yang diduga teroris tersebut adalah benar jenazah Enceng," ujar Enjang Hendra (35), adik kandung Encang.
Enjang mengenang kakaknya sebagai orang yang cerdas dan sangat memahami ilmu kelistrikan serta ilmu elektronik. Dia, lanjut Enjang, selepas lulus dari STM Negeri Pembangunan Cimahi pada tahun 1993, sempat ditawari bekerja di perusahaan pesawat terbang Amerika serta di Tambang Timah PT Freeport Indonesia, Papua.
"Saya sempat ditunjukinnya berbagai surat panggilan kerja, termasuk dari dua tempat itu. Tapi saya juga nggak ngerti dia selalu menolaknya bekerja. Daripada bekerja kakak saya itu malah lebih memilih mendalami ilmu agama," katanya.
Dikatakan, pihak keluarganya telah merencanakan, jenazah Enceng akan di kebumikan di TPU Ciseupan Desa Ciaro Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung. "Ya mungkin datangnya esok Senin (15/3/2010), kami pun akan segera memakamkannya, " kata Enjang.

