JAKARTA, KOMPAS.com — Pernyataan singkat tetapi sarat dengan nuansa politisi terkini disampaikan oleh pelaku usaha terkenal yang tak lain adalah mantan politisi PDI Perjuangan, Arifin Panigoro. Ia menyatakan, kasus skandal Bank Century tak akan berimbas pada perekonomian Indonesia ke depan. Sementara itu, dia menganggap Partai Golkar punya keinginan untuk menjadi partai oposisi pemerintah.
Arifin mengungkapkan hal ini ketika ditanya soal adanya wacana PDI Perjuangan diajak untuk menjadi bagian dari koalisi di pemerintahan. "Itu bagus, malah memperkuat. Kan, Golkar yang mau oposisi. Jadi, harus dipilih yang mana," kata Arifin diplomatis seusai menjadi pembicara di acara Sarasehan Nasional ISNU Pra Muktamar NU ke-32 di kediaman Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (13/3/2010).
Arifin kemudian secara lugas mengungkapkan bahwa dia tidak akan kembali terjun ke politik praktis. Pengusaha terkenal ini kemudian berbicara agak semangat ketika ditanya lagi soal peluang PDI Perjuangan menjadi bagian pemerintah dan masuk dalam jajaran kabinet.
"Bagus-bagus saja itu. Berpolitik itu tidak ada teman yang abadi, tidak ada yang permanen; bisa ganti-ganti. Jadi, boleh-boleh saja. (PDI-P) masuk supaya rada kuat," katanya.
Dia menganggap kasus skandal Bank Century yang kini menjadi perhatian publik kemudian bukanlah permasalahan besar. Dia yakin, kasus ini tak akan mengganggu perekonomian ke depan.
"Itu salah kaprah, (kasus) Century itu politik, tidak ada urusannya dengan bisnis. Enggak ada apa-apanya dengan urusan bisnis, kecil itu. Tujuh triliun kecil," ucapnya.
"Kasus Century (adalah) sesuatu yang dimunculkan karena keinginan politik. Cuma tarik-tarikan saja, enggak akan ada gangguan dari segi bisnis," katanya lagi.
Terkait soal kehadirannya dalam acara Sarasehan NU di kediaman Gus Dur jelang Muktamar yang akan diselenggarakan di Makassar nanti, Arifin Panigoro kembali menjawab secara dipolmatis. "NU, sebagai organisasi terbesar, haruslah bisa disinergikan," katanya.
"NU organisasi besar. Jadi, kalau ada pikiran, pemikiran, dilempar ke situ, kan jadi nyebarnya ke mana-mana. Mudah-mudahan bisa nyambung," tambah Arifin.

