JAKARTA, KOMPAS.com - Asisten Staf Khusus Presiden, Akuat Supriyanto, merasa perlu menjernihkan informasi mengenai rencana pertemuan Andi Arief, Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam, dan Velix Wanggai, Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah, dengan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Sebab, telah terjadi kesalahpahaman dari beberapa pihak dalam melihat rencana pertemuan itu.
Supriyanto mengakui bahwa hingga saat ini belum ada jadwal yang pasti mengenai rencana pertemuan Andi dan Velix dengan Megawati, karena hal tersebut masih berupa keinginan yang dikomunikasikan secara terus-menerus kepada tokoh-tokoh PDI Perjuangan.
"Rencana pertemuan juga muskil dilakukan dalam beberapa hari ke depan, karena saat ini Andi Arief sedang mengkoordinasikan penanganan bencana longsor di Cianjur dan Velix Wanggai menemani Presiden SBY dalam lawatannya ke Australia dan Papua Nugini," katanya.
Selain itu, pertemuan tidak dimaksudkan untuk mempengaruhi sikap PDI Perjuangan dalam melihat kasus Century. Justru, Andi dan Velix hendak memberikan tambahan informasi yang terkait dengan 'perampokan' Bank Century, khususnya tentang bukti-bukti adanya L/C bodong yang ditengarai melibatkan Misbakhun, salah satu inisiator Pansus Century dari PKS.
"Andi dan Velix terinspirasi oleh keteguhan Mega dalam mempercayakan penyelesaian kasus Century pada ranah hukum. Karena itu, kami tergerak untuk meminta pandangan dan saran beliau, sehubungan dengan persoalan L/C bodong Bank Century yang nilai totalnya sekitar Rp. 1,8 T," ujarnya.

