Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 11:03 WIB
Maruarar: Taufiq Kiemas Kita Hormati, tapi Tak Harus Dituruti
Caroline Damanik | Edj | Jumat, 12 Maret 2010 | 15:32 WIB
|
Share:

Persda Network/Bian Harnansa
Taufik Kiemas

JAKARTA, KOMPAS.com — Kilas balik sedikit, politisi PDI-P Maruarar Sirait menceritakan bahwa partainya konsisten dari awal sampai akhir menilai kasus Bank Century sarat dengan pelanggaran.

Sikap partai dengan lambang banteng bermoncong putih ini dapat dengan tegas terlihat dari sikap ketua partainya, Megawati Soekarnoputri. Seluruh anggota partai sepakat, ungkapnya, meski ada beberapa kader yang memang tampak sedikit berkompromi.

Jawaban ini disampaikan oleh Maruarar ketika ditanyakan sikap PDI-P yang teguh, tetapi sikap Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDI-P Taufiq Kiemas cenderung berkompromi bahkan menyampaikan pernyataan agar Demokrat merangkul PDI-P.

"Kalau membaca gerak PDI-P itu gampang. Lihat saja apa sikapnya Ibu Mega. Saya juga begitu. Apa yang Ibu Mega bilang, saya ikut. Kalau Pak Taufiq itu kita hormati kok, tapi tidak harus kita taati. Dia saya hormati sebagai orang tua saya, tapi tidak harus ditaati kan," tuturnya dalam diskusi Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) bertajuk "Masa Depan Koalisi Pascakasus Century" di kantor CDCC, Jumat (12/3/2010).

Maruarar yang juga dikenal sebagai inisiator Pansus Century di DPR RI ini menegaskan bahwa kendali PDI-P ada di tangan ketua umumnya. Oleh karena itu, seluruh kader yang masih berada di bawah naungan PDI-P tunduk pada keputusan partai di bawah kepemimpinan yang sah meski Taufiq Kiemas sendiri adalah suami Megawati. "Pusing kita kalau punya dua bos. Sekarang kita dengarkan saja pemimpin kita," tandasnya.