JAKARTA, KOMPAS.com — Tim gabungan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri bersama dengan Brimob Polda Jawa Tengah dikabarkan terpaksa melumpuhkan tiga orang yang diduga sebagai kelompok teroris di perbatasan Klaten-Solo. "Tiga orang (teroris) tewas," ujar sumber Persda Network, di Jakarta, Kamis (11/3/2010) malam.
Sebelumnya tim Densus 88 Antiteror juga menyisir daerah Cilimus, Kuningan, yang merupakan tempat kelompok teroris peledak Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, 17 Juli lalu, yaitu Ibrohim dan Zuhri bersaudara, Syaifuddin Zuhri dan M Syahrir.
Operasi penyisiran dan perburuan kelompok teroris di dua kawasan tersebut merupakan tindak lanjut dari perburuan dan penindakan kelompok teroris di wilayah Banyuanyar, Solo, dua hari lalu. Di sana Densus 88 menangkap satu orang yang diduga teroris. Pada hari itu juga (bersamaan dengan di Banyuanyar), Densus 88 Antiteror pun mengamankan dua orang yang diduga teroris di kawasan Depok.
Polri sendiri melalui Kabareskrim Polri Komjen Ito Sumardi membantah tewasnya tiga teroris di Solo oleh tim Densus tersebut. "Enggak ada itu. Enggak ada laporan," ujarnya di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (12/3/2010).
Namun, Ito mengakui jika Densus 88 Antiteror terus mengembangkan perburuan dan penindakan kelompok teroris ke beberapa daerah lainnya pascapenggerebekan dan penindakan terhadap kelompok teroris di Aceh Besar, Jawa Barat, dan Pamulang. Di Pamulang, Densus menewaskan Dulmatin dan dua pengawalnya.
"Itu semua pengembangan yang dilakukan oleh tim Mabes Polri bersama dengan tim Polda. Jadi kami masih menunggu hasil dari daerah-daerah yang dijadikan target untuk pengembangan kasus pengungkapan terorisme yang dilakukan di wilayah Aceh maupun Jakarta," tandasnya.
Sementara itu, Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri mengaku akan mengungkap hasil penindakan di Solo dan Jawa Tengah, minggu depan. "Nanti ya. Itu nanti dijelaskan tunggu semua (data) lengkap minggu depan," katanya.
