Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 10:44 WIB
Dulmatin Keras sejak Kecil
Siwi Nurbiajanti | hertanto | Jumat, 12 Maret 2010 | 13:57 WIB
|
Share:
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOPolisi membawa peti berisi jenazah gembong teroris Dulmatin di RS Polri Sukanto, Jakarta, Kamis (11/3/2010).

PEMALANG, KOMPAS.com — Tersangka teroris Dulmatin sejak kecil dikenal oleh teman-temannya sebagai orang yang keras. Dia juga tidak bersedia mengikuti upacara dan menghormat bendera Merah Putih saat duduk di bangku sekolah dasar.

... saat masih sekolah, Dulmatin sering bersembunyi saat berlangsung upacara bendera.

Hal itu disampaikan Kustaji, tetangga Dulmatin di Kelurahan Petarukan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang. Menurut dia, saat masih sekolah, Dulmatin sering bersembunyi saat berlangsung upacara bendera.

"Dia sering ngumpet," katanya.

Kustaji mengaku sudah tidak bertemu Dulmatin sejak tahun 2000. Sebelum pergi dari Pemalang, Dulmatin berprofesi sebagai penjual mebel dan makelar mobil.

"Dulu perginya juga seperti orang mau merantau," ujarnya.

Zaid Ahmad Sungkar, juru bicara keluarga, menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu pemulangan jenazah Dulmatin. Menurut dia, istri dan anak-anak Dulmatin tidak kaget dengan kejadian itu karena sudah sering mendengar isu kematian Dulmatin.

Zaid mengaku belum mengetahui rencana istri Dulmatin, Istiada, setelah pemakaman suaminya, apakah akan tetap tinggal di Sukoharjo atau kembali ke Pemalang.

"Tapi awal tujuan pindah ke Sukoharjo karena ingin menyekolahkan anak-anaknya," kata Zaid Ahmad Sungkar.