Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 04:45 WIB
Gardu
| Jumat, 12 Maret 2010 | 11:24 WIB
|
Share:

ANGKA KESUBURAN YOGYAKARTA TERENDAH

Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X melalui Wakil Gubernur Paku Alam IX menjelaskan, keberhasilan program KB di DIY hingga saat ini masih bisa diandalkan yang ditunjukkan dengan semakin menurunnya angka kelahiran total di DIY. Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2007, secara nasional total fertility rate (TFR) atau angka kesuburan di DIY menduduki posisi terendah yakni 1,8. Angka nasional saat ini mencapai angka 2,6. "Meski sudah berhasil menurunkan TFR, pembinaan harus tetap dilakukan dengan selalu mengajak masyarakat memaksimalkan pemakaian alat kontrasepsi," katanya, saat rapat kerja daerah Program KB Nasional di Kepatihan, Kamis (11/3). Secara nasional, peserta baru KB tahun 2009 mencapai 7,67 juta pasangan usia subur atau 117 persen dari perkiraan permintaan masyarakat sebanyak 6,51 juta peserta KB baru. Di antara peserta baru itu, sebanyak 2,9 juta peserta merupakan keluarga prasejahtera dan sejahtera satu. (RWN)

GEMPA KEMBALI GUNCANG DIY

Gempa tektonik kembali dirasakan warga DI Yogyakarta, Kamis (11/3) pukul 18.27. Gempa berkekuatan 4 skala Richter di koordinat 8,02 LS-110 BT berpusat di darat, tepatnya 16 kilometer arah tenggara Bantul, dan berkedalaman 10 km. "Gempa tidak menimbulkan potensi tsunami," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Yogyakarta Tony A Wijaya. Kepala Seksi Observasi BMKG Bambang Subagyo mengutarakan, warga tak perlu cemas. Gempa terjadi tiap hari. Getaran gempa mulai terasa jika skalanya minimal 3 dan terjadi sebulan sekali. (PRA) Halaman C

TAK ADA SURAT PENGUNDURAN DIRI PNS

Sampai dengan H-2 batas bagi pasangan untuk melengkapi berkas persyaratan, kubu Sukardiyono-Darmawan belum menyerahkan lampiran surat pengunduran diri sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Sukardiyono menjabat sebagai asisten pemerintahan, sedangkan Darmawan adalah Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul. "Kami masih menunggu sampai 13 Maret. Yang penting dalam surat pengunduran diri dijelaskan, pengunduran diri dilakukan sejak saat mendaftar yakni tanggal 1 Maret," kata Nurudin Latif, anggota KPU Bantul, Kamis (11/3). Menurutnya, pasangan Ida Idham-Sumarno masih harus melengkapi sekitar 20 persen dari total persyaratan, sedangkan pasangan Kardono-Ibnu tinggal 2 persen saja kekurangannya," tambahnya. (ENY)