Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 10:38 WIB
Kasus Century Buktikan Korupsi Swasta Lebih Berbahaya
| hertanto | Jumat, 12 Maret 2010 | 10:47 WIB
|
Share:
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAnAnggota DPR RI terlibat kericuhan saat Rapat Paripurna dengan agenda pembacaan kesimpulan akhir dan rekomendasi Tim Pansus Hak Angket Bank Century di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Selasa (2/3/2010).

SURABAYA, KOMPAS.com — Kasus Bank Century membuktikan bahwa kasus korupsi juga ada di kalangan swasta, bahkan korupsi di kalangan swasta itu lebih berbahaya karena berdampak pada kehidupan politik dan ekonomi masyarakat, baik di dalam maupun luar negeri.

”Banyak kalangan selama ini menilai korupsi hanya terjadi di pemerintahan, padahal korupsi di kalangan swasta juga ada,” kata dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Surabaya, Dr Putu Anom Mahadwartha, SE, MM, di Surabaya, Jumat (12/3/2010).

Menurut dia, korupsi di kalangan swasta dapat terjadi pada perusahaan milik keluarga dan perusahaan yang dikelola secara profesional.

”Korupsi dalam perusahaan berbasis keluarga umumnya cenderung lebih tinggi, bahkan ada yang menilai perusahaan keluarga itu bukanlah perusahaan yang profesional. Century yang bangkrut dan akhirnya mengalami bail out adalah buktinya,” katanya.

Bukti lainnya adalah krisis global yang menerpa Amerika Serikat yang merupakan akibat adanya korupsi di kalangan swasta.

”Krisis global itu membuktikan dampak korupsi di kalangan swasta yang lebih berbahaya jika dibandingkan korupsi di kalangan pemerintah,” katanya dalam orasi ilmiah untuk merayakan Dies Natalis Ke-42 Ubaya itu.

Apabila di kalangan pemerintah korupsi dilakukan pejabat publik, korupsi di kalangan swasta dilakukan manajer, pemilik perusahaan, dan bagian keuangan.

”Masalahnya, ada-tidaknya korupsi di kalangan swasta sulit terdeteksi, apalagi jika merupakan perusahaan keluarga,” katanya, didampingi Rektor Ubaya Wibisono Hardjopranoto.

Namun, ada tiga indikator untuk mengetahui korupsi di kalangan swasta, yakni apabila pertumbuhan bisnis tinggi, tetapi kas keuangan rendah; apabila pertumbuhan bisnis menurun, tetapi kas keuangan tinggi; dan apabila pertumbuhan dan keuangan sama-sama tinggi.

Krisis global itu membuktikan dampak korupsi di kalangan swasta yang lebih berbahaya jika dibandingkan korupsi di kalangan pemerintah.
Sumber :
ANT