Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 02:58 WIB
Menko Kesra Yakin Empat Tahun Lagi Warga Miskin Tinggal 16 Juta
Suhartono | ksp | Kamis, 11 Maret 2010 | 21:08 WIB
|
Share:

Kompas/PRIYOMBODO
Dua warga lanjut usia menghabiskan waktu tanpa aktivitas berarti di permukiman liar di pinggiran rel kereta api di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (14/4). Ratusan bahkan ribuan warga kurang mampu hidup di daerah-daerah kumuh. Saatnya para pemimpin bertindak nyata menyejahterakan rakyatnya.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono menyatakan keyakinannya, jumlah warga miskin di Indonesia pada empat tahun lagi atau 2014 mendatang akan menurun dan tinggal 16 juta atau 8 persen dari sebelumnya 32 juta atau 14,2 persen jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2010 ini.

Keyakinan itu didasari dengan angka pertumbuhan perekonomian yang semakin tinggi sehingga kecenderungan jumlah warga miskin dari tahun 2004 silam terus mengalami penurunan dengan adanya penciptaan lapangan kerja. Apalagi, pemerintah sekarang ini menerbitkan Peraturan Presiden No. 15 Tahun 2010 mengenai Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan yang dipimpin Wakil Pres iden Boediono.

Hal itu ditegaskan Agung Laksono menjawab pers, seusai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Wakil Presiden Boediono di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (11/3) petang tadi.

Dalam keterangan pers itu, Agung Laksono didampingi Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto dan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi EE Mangindaan.   

Sejak 2004 lalu, jumlah orang miskin menunjukkan tren penurunan, meskipun sesekali naik sedikit saat pemerin tah menaikkan harga bahan bakar minyak. Dengan trend tersebut, saya optimistism, jumlah orang miskin akan mencapai 16 juta atau 8 persen pada empat tahun lagi, tandas Agung.

Menurut Agung, dengan dibentuknya Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan yang dipimpin Wapres ditambah dengan pemantauan oleh UKP4, program-program pengentasan kemiskin an yang dikordinasikan Wapres dan pemantauan UKP4 dipastikan akan dapat berjalan secara cepat dan berkesinambungan.