JAKARTA, KOMPAS.com - Polri mengaku masih terus menelusuri asal pasokan dana sebesar Rp 500 juta untuk Dulmatin dapat memasok senjata dan perlengkapan lain demi kegiatan terorisme di Aceh. Untuk keperluan itu, Polri mengaku melibatkan instansi lain yang terkait.
"Masih kami telusuri melalui bank dan PPATK. Pokoknya kami melibatkan semua instansi terkait," ungkap Kabareskrim Polri, Komjen Pol Ito Sumardi, di Silang Monumen Nasional, Jakarta, Kamis (11/3/2010).
Polri juga belum dapat memastikan apakah dana untuk kegiatan terorisme di Aceh itu berasal dari kegiatan fai (merampok dengan kekerasan) sebagaimana yang diperintahkan Dulmatin kepada seluruh anggota kelompoknya di Indonesia.

