Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 18:08 WIB
Mau Diboikot, Menkeu Tanggapi "Enteng"
Wahyu Satriani Ari Wulan | ksp | Kamis, 11 Maret 2010 | 13:14 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menanggapi "enteng" wacana pemboikotan kehadiran dirinya dalam setiap rapat-rapat yang digelar di DPR.

Saat ditanya kometarnya, Menkeu tampak tenang dan menyatakan bahwa kabar tersebut baru berupa wacana yang diembuskan oleh individual di DPR. Menurutnya, Badan Anggaran (Banggar) DPR yang disebut-sebut bakal melakukan boikot tersebut sejauh ini belum mengeluarkan pendapat resminya. 

"Itu kan masih pandangan masing-masing ya," ujarnya, saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (11/3/2010).

Siang ini, Menkeu mengumpulkan para analis dan pengamat ekonomi di kantornya untuk membahas RAPBN Perubahan 2010 dan kondisi ekonomi terkini. Beberapa pihak menduga pemanggilan tersebut terkait wacana pemboikotan yang akan dilakukan oleh Badan Anggaran DPR.

Namun, saat hal tersebut dikonfirmasi, Menkeu membantahnya. "Tidak itu hal yang rutin saja. Komunikasi tetap continue dan rutin dengan mereka," jawabnya singkat.

Para analis yang diundang adalah pengamat ekonomi dari Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan; pengamat ekonomi dari BCA, David Sumuel; analis dari Dana Reksa, Purbaya Yudi Sadewa Ekonom, Mandiri Mirza Aditya Swara; pengamat INDEF, Aviliani, serta beberapa pengamat lainnya. 

Selain memanggil para pengamat, hari ini Menkeu juga mengadakan pertemuan tertutup dengan pimpinan redaksi media nasional.