Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 02:56 WIB
Anas: Jangan Kaitkan Keberhasilan Polri dengan Obama
| hertanto | Kamis, 11 Maret 2010 | 11:11 WIB
|
Share:

DHONI SETIAWAN/KOMPAS.com
Kapolri, Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri menunjukkan foto gembong teroris, Dulmatin alias Amar Usman alias Muktamar alias Djoko Pitono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/3/2010). Dulmatin bersama dua pengawalnya Ridwan dan Hasan Nour tewas saat penyergapan Densus 88 di Pamulang beberapa waktu lalu. KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Anas Urbaningrum menyatakan, keberhasilan Polri melumpuhkan salah satu pentolan teroris Asia Tenggara, Yahya Ibrahim alias Dulmatin, jangan dikaitkan dengan rencana kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia.

"Keberhasilan tersebut adalah tanda keseriusan Pemerintah Indonesia sendiri untuk menjaga keamanan dalam negeri dan pemberantasan terorisme," kata Anas di Jakarta, Kamis (11/3/2010).

Dia juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Polri, khususnya Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, karena kembali berhasil melumpuhkan tokoh teroris sekaliber Dulmatin, bersama dua pengawalnya, ketika terjadi penyergapan di dua lokasi di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (9/3/2010) lalu.

Kendati begitu, dia mengharapkan agar keberhasilan ini tidak boleh membuat Polri dan masyarakat terlena.

"Sebab, bibit-bibit terorisme harus terus diantisipasi dengan cermat pertumbuhannya. Terorisme tetap harus dianggap dan diawasi sebagai ancaman yang amat serius. Tidak boleh dianggap sudah selesai," tandasnya.

Anas menegaskan, kewaspadaan yang serius dan kontinu merupakan pilihan terbaik serta bertanggung jawab dari semua pihak.

Informasi layak

Mengenai keberhasilan Polri yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam jamuan kenegaraan di Australia, Anas Urbaningrum mengatakan, apa yang disampaikan Presiden tersebut jelas merupakan informasi yang layak disampaikan di mana saja, termasuk di luar negeri.

"Karena pemberantasan terorisme adalah komitmen dan agenda internasional. Jadi, janganlah dibangun opini bahwa seolah-olah SBY tengah melayani kepentingan Australia. Jelas opini itu salah," tandasnya lagi.

Anas mengatakan, pemerintah melayani kebutuhan keamanan bagi rakyat Indonesia dan kontribusi keamanan regional maupun global.

"Justru Presiden Yudhoyono tengah menekankan pentingnya pemberantasan terorisme serta komitmen dan keberhasilan Indonesia dalam hal tersebut. Bukan hanya untuk kepentingan Australia, tapi demi keamanan regional maupun global," kata politisi Partai Demokrat itu.

Jadi, janganlah dibangun opini bahwa seolah-olah SBY tengah melayani kepentingan Australia.
Sumber :
ANT