Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 02:33 WIB
3.559 Prajurit TNI-Polri Ikut Latgab Antiteror
Hindra Liauw | Glo | Kamis, 11 Maret 2010 | 10:44 WIB
|
Share:
DHONI SETIAWAN Pasukan elite TNI Angkatan Laut, Komando Pasukan Katak (Kopaska) mengikuti upacara pembukaan latihan gabungan TNI dan Polri yang diberi nama Satgultor (satuan penanggulangan teror) di Halaman Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (11/3/2010). Latihan diikuti 3.559 Personel elite dari satuan TNI maupun Polri berlangsung hingga Senin 15 Maret 2010.

JAKARTA, KOMPAS.com — Mabes Polri dan TNI mengadakan latihan kesiapsiagaan dan ketanggapsegeraan penanggulangan aksi teror pada 11 dan 13 Maret 2010 di sejumlah tempat strategis di Jakarta.

Latihan ini diikuti 3.559 personel yang berasal dari unsur Polri-TNI, seperti Densus 88, Bareskrim, Samapta, Bais TNI, Satintel Kotamaops, Sat 81-Gultor, Denjaka, dan Denbravo 90.

Latihan ini guna mengantisipasi dan merespons kemungkinan terjadinya serangan teroris yang dapat mengancam keselamatan NKRI serta mengantisipasi ancaman terorisme pada kegiatan yang bersifat nasional dan internasional, termasuk kunjungan Presiden AS Barack Obama.

Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri, ketika membuka latihan di Monas, Jakarta, Kamis (11/3/2010), mengatakan, latihan ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menanggulangi pemberantasan terorisme.

"Kita semua menyadari aksi terorisme di Indonesia maupun belahan dunia lainnya tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tapi trauma psikologi masyarakat serta dapat menimbulkan dampak negatif. Maka itu, pemberantasan terorisme harus dilakukan secara komprehensif dan integral guna melindungi masyarakat agar tidak terjadi korban dan meninggalkan efek trauma," kata Kapolri.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut yaitu Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, para pucuk pimpinan masing-masing matra TNI, perwira tinggi Polri, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto.

Pada 11 Maret, para personel ini melakukan geladi mako yang bertempat di masing-masing markas. Materi geladi mako adalah latihan perencanaan operasi khusus dan perumusan analisis ancaman terkini. Sementara itu, pada 13 Maret, para personel langsung terjun ke lapangan.

Latihan pengamanan di Gedung Bursa Efek Jakarta dilakukan oleh Kostrad dan Densus 88; di Hotel Borobudur oleh Densus 88 dan Kodam Jaya; di Bandara Soekarno-Hatta oleh Sat 81-Gultor, Kopassus, Denbravo, dan Densus 88. Sementara di Kapal Super Tanker di Perairan Kepulauan Seribu oleh Tim Kopaska dan Polri, oil rig di Perairan Kepulauan Seribu oleh Gultor Denjaka, dan Hotel Mercure Ancol oleh Kodam Jaya dan Tim Gegana Mabes Polri.

Latihan lapangan ini meliputi teknik infiltrasi; menembak reaksi, teknik, dan taktik pertempuran jarak dekat; teknik dan taktik perebutan cepat; teknik dan taktik pembebasan tawanan/sandera; teknik demolisi dan jihandak; teknik penyelamatan, pertolongan, dan evakuasi; teknik eksfiltrasi, pengolahan TKP, dan DVI; serta analisis manajemen krisis dan prosedur bantuan TNI/Polri.