Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 09:53 WIB
Wapres: Pemimpin Harus Jujur dan Punya Pengetahuan
Suhartono | Glo | Kamis, 11 Maret 2010 | 10:20 WIB
|
Share:

DHONI SETIAWAN
Wakil Presiden Boediono yang juga mantan Gubernur Bank Indonesia, menjawab berbagai pertanyaan dari anggota Tim Pansus Hak Angket Bank Century di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (22/12/2009). Pemanggilan Boediono terkait dengan penyelamatan Bank Century yang mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 6,7 Triliun. KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Presiden Boediono menyatakan, pemimpin bangsa di Indonesia tidak cukup hanya memiliki keterampilan saja, tetapi juga harus memiliki pengetahuan dan kejujuran, kecintaan terhadap negeri, serta seiya sekata dalam perbuatan.

Hal itu disampaikan Boediono dalam pengarahannya saat kunjungan kerja Boediono selaku pelaksana tugas sehari-hari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (11/3/2010) pagi ini di SMA Negeri 40 Pademangan, Jakarta Utara.

Dalam acara itu, Boediono didampingi empat menteri kabinet, yaitu Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, Menteri Pendidikan Nasional M Nuh, dan Menteri Agama Suryadharma Ali. Boediono juga mengajak pejabat lain, di antaranya Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

”Selain keterampilan untuk menjadi pemimpin bangsa, seseorang juga harus memiliki kecintaan terhadap Tanah Air, kejujuran, dan seiya sekata dalam perbuatan,” ungkap Boediono.

Menurut Boediono, watak dan karakter bangsa, seperti kejujuran, kecintaan terhadap Tanah Air, dan seiya sekata, harus dibentuk sejak dini dari lingkungan keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat.

Setelah bersilaturahim dengan perwakilan pelajar se-DKI Jakarta Utara di SMA Negeri 40 Pademangan, Jakarta Utara, Boediono juga akan mengunjungi petugas pelayanan Keluarga Berencana dan kesehatan se-Provinsi DKI di Puskesmas Tambora, Jakarta Barat.