JAKARTA, KOMPAS.com — Kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang belum dapat dipastikan kapan itu banyak mendapat penolakan dari sejumlah ormas Islam. Alasan yang dikemukakan ormas-ormas Islam ini berkaitan dengan Amerika yang identik sebagai negara penjajah Islam.
Namun, pendapat yang berbeda justru muncul dari mantan Menteri Agama Maftuh Basyuni yang dijumpai seusai peluncuran mobil observatorium keliling di halaman Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Rabu (10/3/2010).
Maftuh berpendapat bahwa selama kedatangan Obama memang berniat menjalin hubungan baik dengan Indonesia, tentu saja Pemerintah Indonesia juga harus menerimanya dengan baik pula. Tidak menutup kemungkinan, kunjungan Obama justru akan membawa efek positif bagi Indonesia.
Hal ini jelas bertentangan dengan aksi penolakan Obama yang dilakukan beberapa hari terakhir ini di bawah payung ormas-ormas Islam. Selain menggelar demonstrasi massa di tempat strategis di Ibu Kota, mereka juga melakukan konvoi dengan sepeda motor untuk menunjukkan penolakan mereka. ”Kalau Obama memang mau datang, ya silakan, apalagi kalau niatnya baik, yaitu untuk menjalin kerja sama dengan Indonesia. Kenapa harus dilarang?” kata Maftuh Basyuni sesaat sebelum meninggalkan halaman Gedung PBNU.

